Artikel ini membahas mengenai Penelitian yang mengkaji relevansi Teologi Tubuh sebagai landasan etis-teologis bagi kehidupan pergaulan Generasi Alfa yang dibentuk oleh budaya digital, perubahan nilai relasional, dan krisis pemahaman mengenai martabat tubuh. Melalui metode kualitatif-deskriptif dengan studi pustaka, penelitian ini menganalisis gagasan utama Teologi Tubuh khususnya pemikiran Yohanes Paulus II dan pengembangan kontemporer seperti Edward Sri serta menghubungkannya dengan tantangan sosial yang dihadapi Generasi Alfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teologi Tubuh memberikan dasar etis mengenai martabat tubuh, panggilan kasih dalam seksualitas, serta integrasi kebebasan dan tanggung jawab dalam relasi sosial. Kesimpulannya, Teologi Tubuh dapat menjadi kerangka teologis yang relevan untuk membentuk pola pergaulan Generasi Alfa yang lebih bermartabat, holistik, dan selaras dengan iman Kristen.
Copyrights © 2025