Pelayanan misi di Indonesia kerap dilakukan di wilayah-wilayah yang penuh tantangan budaya, sosial, dan spiritual. Banyak misionaris mengalami tekanan emosional, kelelahan rohani, dan keterasingan karena tidak tersedianya sistem pendampingan yang menyeluruh. Selama ini, dukungan terhadap misionaris cenderung terbatas pada aspek administratif atau logistik, sementara kebutuhan eksistensial mereka sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem member care yang bersifat holistik, berakar pada teologi integral, dan berorientasi pada spiritualitas kontekstual. Teologi integral digunakan untuk menekankan keutuhan manusia sebagai makhluk roh, jiwa, dan tubuh, sedangkan spiritualitas kontekstual dipilih agar sistem ini responsif terhadap dinamika budaya lokal tempat misionaris melayani. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan refleksi teologis-kontekstual. Data dianalisis secara tematik untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip teologis dan praktik member care yang relevan dengan konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya sistem pendampingan yang mencakup tiga ranah utama: struktural, relasional, dan rohani yang semuanya harus ditopang oleh pendekatan kontekstual agar aplikatif dan membumi. Sistem ini bukan hanya berfungsi memulihkan, tetapi juga menopang keberlanjutan pelayanan misionaris. Kesimpulannya, sistem member care holistik yang dirancang dalam penelitian ini menjadi kerangka strategis dan spiritual bagi gereja dan lembaga misi untuk merawat utusan Tuhan secara menyeluruh, manusiawi, dan kontekstual.
Copyrights © 2025