Kasus ini mendeskripsikan seorang pria berusia 18 tahun dengan depresi berat dan fitur psikotik yang ditandai perasaan sedih, bersalah, dan halusinasi auditorik suara yang mengatakan "lebih baik mati". Depresi merupakan gangguan mental yang memengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan sosial penderitanya. Pasien dalam studi ini mengalami gejala setelah mengalami perundungan di lingkungan pondok pesantren. Selama tujuh bulan pengobatan intensif dengan kombinasi SSRI, antipsikotik generasi kedua, dan psikoterapi CBT berbasis religi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada gejala depresi dan psikotik. Program CBT berbasis religi yang terdiri dari 10 sesi terstruktur mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses restrukturisasi kognitif, dengan menggunakan ayat Al-Qur'an dan Hadits sebagai dasar intervensi. Pemahaman agama yang baik serta kepatuhan pengobatan terbukti menjadi faktor penting dalam pemulihan. Studi kasus ini menyoroti efektivitas pendekatan holistik yang mengintegrasikan farmakoterapi dan psikoterapi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan spiritual pasien.
Copyrights © 2025