Penelitian ini menggunakan metode Inquiry-Based Learning (IBL) sebagai pendekatan penguatan literasi digital siswa. Urgensi penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam memahami etika komunikasi digital dan nilai kewarganegaraan saat berinteraksi di ruang bold. Hasil pre-test terhadap 60 siswa menunjukkan sebagian besar berada pada kategori cukup hingga rendah, terutama pada aspek kemampuan memancarkan informasi dan berbahasa etis. Tahap pengamatan menampilkan siswa cenderung membagikan informasi tanpa verifikasi serta menggunakan bahasa yang kurang sopan dalam percakapan digital. Intervensi dilakukan melalui penguatan pembelajaran berbasis IBL yang mengintegrasikan pembiasaan berbahasa santun (Bahasa Indonesia) dan penanaman kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara digital (Kewarganegaraan). Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, dan penggunaan bahasa etis, dengan sebagian besar siswa mencapai kategori baik. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi nilai bahasa dan kewarganegaraan dalam model IBL efektif membentuk literasi digital yang kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025