Penelitian ini difokuskan pada peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik di lingkungan Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP), khususnya pada sistem pendingin ruangan (air conditioner). Permasalahan yang sering terjadi adalah unit AC yang terus menyala lebih dari 24 jam di 13 ruangan berbeda tanpa kontrol yang efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang dan diimplementasikan sebuah sistem kendali dan pemantauan AC berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan antarmuka berbasis web. Sistem ini memiliki kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan AC, mengatur suhu, serta mengontrol tingkat kecepatan kipas dan arah hembusan udara (swing). Pengujian dilakukan dengan menggunakan modul mikrokontroler WeMos yang terhubung ke database dan pengirim sinyal inframerah, serta antarmuka web sebagai alat kontrol utama. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan rata-rata waktu aktif AC sebelum dan sesudah sistem diterapkan. Sebelum sistem dipasang, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan AC adalah 0,97 detik, sedangkan setelah penerapan sistem waktu tersebut menurun menjadi 0,34 detik. Dari sisi konsumsi energi listrik, terjadi penurunan penggunaan listrik dari 2435 kWh menjadi 2022 kWh selama periode pengujian 44 hari, menghasilkan efisiensi sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem kendali dan pemantauan AC yang dikembangkan memberikan dampak positif terhadap pengurangan konsumsi energi listrik di Gedung Utama BPISDKP.
Copyrights © 2025