Kesehatan jiwa remaja menjadi isu krusial di Indonesia, dengan data I-NAMHS menunjukkan 15,5 juta atau 34,9% remaja mengalami masalah kesehatan mental. Prevalensi gangguan cemas mencapai 3,7%, depresi mayor 1,0%, dan gangguan perilaku 0,9% pada kelompok usia 10-17 tahun. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan jiwa kepada remaja melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis sekolah. Metode pelaksanaan meliputi skrining awal menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terfokus, demonstrasi teknik manajemen stres, dan evaluasi pre-posttest. Sasaran kegiatan adalah siswa sekolah menengah pertama dengan jumlah peserta 40 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari nilai pre-test 46,94% menjadi post-test 97,96%, serta meningkatnya kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga kesehatan mental secara preventif. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja dan mengurangi stigma terhadap isu kesehatan jiwa. Program edukasi berkelanjutan dengan melibatkan kolaborasi sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah gangguan kesehatan mental pada generasi muda
Copyrights © 2026