Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial kelompok tani melalui pelatihan Manajemen Kelembagaan Kelompok Tani di Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan dalam kegiatan meliputi beberapa tahapan. Pertama, dilakukan diskusi dan penyusunan rencana kegiatan bersama Kepala Balai Penyuluh Pertanian untuk memastikan kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan kelompok tani. Kedua, menyiapkan materi pelatihan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kelompok tani. Ketiga, melaksanakan kegiatan pelatihan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Keempat, menyusun laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggung jawaban dan dokumentasi hasil pelaksanaan kegiatan. Data yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif mencakup gambaran kondisi kelembagaan kelompok tani, tingkat keaktifan anggota kelompok tani, serta permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan organisasi kelompok. Data kuantitatif meliputi jumlah peserta pelatihan, dan tingkat partisipasi selama kegiatan pelatihan. Data diperoleh secara langsung melalui pengamatan dilapangan, diskusi kemudian wawancara dengan kepala balai penyulih pertanian, serta dokumentasi kegiatan pelatihan. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif dengan cara mengorganisasikan dan menafsirkan data berdasarkan kondisi yang ada dilapangan. Pelaksanaan pelatihan manajemen kelembagaan kelompok tani di Kecamatan Bengkayang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip dasar manajemen kelembagaan. Kelompok tani menunjukkan peningkatan pengetahuan terkait aspek perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, pengawasan, serta administrasi dan keuangan kelompok. Selain itu, peserta juga memahami bahwa kelembagaan kelompok tani yang kuat ditandai oleh adanya struktur organisasi yang jelas, aturan tertulis yang disepakati bersama, administrasi yang tertata rapi, kepemimpinan yang demokratis, serta tingkat partisipasi anggota yang tinggi. Penguatan kelembagaan kelompok tani juga dipandang memerlukan dukungan yang berkelanjutan melalui kegiatan pelatihan, pendampingan oleh penyuluh, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026