Penanganan kejang pada orang yang mengalami epilepsi sering kali dilakukan dengan cara yang salah karena masyarakat masih kurang memahami cara memberikan pertolongan pertama yang benar. Hal ini bisa membahayakan keselamatan penderita, terutama jika kejang terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat dan aman ketika menghadapi situasi darurat kejang. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif deskriptif yang meliputi penyampaian materi secara interaktif, peragaan visual, serta sesi diskusi evaluatif. Dalam kegiatan ini, terdapat tiga puluh enam siswa yang menjadi peserta utamanya. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata peserta dari tujuh puluh dua koma delapan pada tes awal menjadi delapan puluh lima koma tiga pada tes akhir. Melalui kegiatan ini, siswa mampu mengenali gejala kejang dan menguasai keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama yang benar, termasuk menghindari tindakan berbahaya seperti menahan tubuh penderita atau memasukkan benda ke dalam mulut. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berhasil meningkatkan kesadaran medis dan mengubah perilaku siswa menjadi lebih responsif serta penuh empati terhadap penderita epilepsi di lingkungan sekolah. Program ini juga memberikan kontribusi baru dalam memperkuat peran aktif siswa sebagai bagian dari sistem pendukung keselamatan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026