Desa Bantaragung merupakan desa wisata unggulan yang memiliki potensi biodiversitas herbal melimpah, namun belum teroptimasi sebagai daa tarik eduwisata. Selain itu, terdapat masalah rendahnya literasi kesehatan masyarakat, di mana hasil pre-test menunjukkan 100% responden menganggap herbal sebagai pengganti total obat kimia tanpa risiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan destinasi "Kampung Herbal" sekaligus meningkatkan literasi penggunaan herbal yang rasional bagi Pokdarwis dan warga Blok Gibug. Metode yang digunakan adalah Participatory Action yang meliputi sosialisasi berbasis pre-post test, pelatihan budidaya, serta penataan lahan eduwisata. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, terutama pada aspek keamanan herbal bagi kelompok rentan yang meningkat tajam dari 25% menjadi 93%. Secara fisik, telah terbentuk jalur Kampung Herbal yang dilengkapi media informasi. Peningkatan literasi ini tidak hanya berhasil meluruskan miskonsepsi kesehatan di masyarakat, tetapi juga menjadi nilai tambah strategis dalam memperkuat posisi Desa Bantaragung sebagai destinasi agro-eduwisata yang aman, edukatif, dan berkelanjutan bagi wisatawan.
Copyrights © 2026