AbstrakLansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan kesehatan rutin melalui posyandu, dimana keaktifan mereka dipengaruhi oleh faktor seperti jarak posyandu dan peran kader. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jarak posyandu dan peran kader terhadap keaktifan lansia dii Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional pada 54 lansia yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan ujii Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jarak posyandu dan keaktifan lansia (p=0,343), namun terdapat hubungan signifikan antara peran kader dan keaktifan lansia (p=0,029). Disimpulkan bahwa peran kader berpengaruh terhadap keaktifan lansia, sehingga peningkatan kualitas dan efektivitas kader melalui pelatihan dan pendampingan menjadi strategi penting untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu.Kata Kunci: Jarak Posyandu, Peran Kader, Keaktifan Lansia
Copyrights © 2026