Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

APLIKASI MOBILE HEALTH SEBAGAI INTERVENSI PROMOSI GAYA HIDUP SEHAT MENCEGAH OBESITAS ANAK: KAJIAN LITERATUR Savitri Gemini; Regina Natalia
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v4i1.158

Abstract

Obesitas anak adalah masalah global dengan peningkatan jumlah kasus yang terus menerus. Oleh sebab itu, perlu intervensi yang dapat menjangkau lebih luas dan efektif berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk menggali potensi penerapan teknologi sistem informasi mobile–health di Indonesia. Mobile health telah teruji efektif membantu perubahan perilaku hidup sehat anak obesitas dan dapat diterapkan di Indonesia khususnya untuk lingkup pelayanan keperawatan anak obesitas berupa intervensi promosi dan edukasi perilaku hidup sehat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Roza Erda; Widia Novitri; Savitri Gemini; Didi Yunaspi
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v4i2.250

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin. Oleh karena itu, penderita DM Tipe 2 sering mengalami masalah psikologis yaitu kecemasan yang membutuhkan dukungan keluarga. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan desain cross sectional. Non-probability sampling digunakan untuk menentukan sampel, yang melibatkan 66 responden. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: diperoleh nilai (p value = 0,003 < 0,05), menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien diabetes tipe 2. Kesimpulan: Hasil penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 membutuhkan dukungan keluarga untuk mengatasi tingkat kecemasan
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kesehatan Lansia Dalam Pencegahan Covid-19 Savitri Gemini; Mona Rahayu Putri; Ikbal Maulana
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1: Periode Januari 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.32 KB) | DOI: 10.47709/healthcaring.v1i1.1334

Abstract

Latar Belakang: Virus Corona telah menginfeksi lebih dari 100.000 penduduk dunia dan sekitar 4.000 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Di Indonesia persentase usia ? 60 tahun yang terkonfirmasi positif terkena covid-19 sebesar (10,7 %). Dalam upaya memberikan perlindungan bagi lansia dan untuk mengurangi kasus terjadinya covid-19 pada lansia, keluarga mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit covid-19, dimana keluarga dapat memberikan dukungan kepada anggota keluarganya serta menanamkan budaya untuk hidup bersih dan sehat, membiasakan cuci tangan dan memakai masker. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kesehatan lansia dalam pencegahan covid-19 di UPT. Puskesmas Baloi Permai Kota Batam. Metode Penelitian: Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 67 responden Lansia. Teknik penarikan sample yang digunakan adalah non-probability sampling yaitu dengan purposive sampling Temuan: Hasil uji statistic menggunakan Chi-Square Test diperoleh nilai (p value) = (0,003 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, dukungan keluarga dapat mempengaruhi kesehatan lansia dalam pencegahan covid-19 Kesimpulan: dukungan keluarga dapat mempengaruhi kesehatan lansia dalam pencegahan covid-19 Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kesehatan Lansia, Covid-19
HUBUNGAN JARAK POSYANDU DAN PERAN KADER TERHADAP KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI LANGKAI KOTA BATAM Siti Nuriah; Savitri Gemini; Afif D Alba
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3147

Abstract

AbstrakLansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan kesehatan rutin melalui posyandu, dimana keaktifan mereka dipengaruhi oleh faktor seperti jarak posyandu dan peran kader. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jarak posyandu dan peran kader terhadap keaktifan lansia dii Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional pada 54 lansia yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan ujii Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jarak posyandu dan keaktifan lansia (p=0,343), namun terdapat hubungan signifikan antara peran kader dan keaktifan lansia (p=0,029). Disimpulkan bahwa peran kader berpengaruh terhadap keaktifan lansia, sehingga peningkatan kualitas dan efektivitas kader melalui pelatihan dan pendampingan menjadi strategi penting untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu.Kata Kunci: Jarak Posyandu, Peran Kader, Keaktifan Lansia
PENERAPAN SQUARE STEPPING EXERCISE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO JATUH DI PANTI WERDHA BUDI SOSIAL: STUDI KASUS Yuliana Herawati; Savitri Gemini
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3794

Abstract

Abstract: Intrinsic factors causing the risk of falling in the elderly are age, comorbidities such as hypertension, gait disorders, muscle weakness especially in the lower extremities, and a history of previous falls. Extrinsic factors include slippery floors, inadequate lighting, and uneven floors. This study aims to provide the Application of Square Stepping Exercise in Reducing the Risk of Falling in Mrs. I with Instability at the Budi Sosial Foundation Home in Batam City in 2025. The method used in this study is Auto-Anamnesis. The results of the case study research obtained by the author were carried out on Mrs. I through the application of square stepping exercise techniques for 6 days on the first diagnosis of physical mobility disorders related to decreased muscle strength. The second diagnosis of fall risk was proven by the age of 68 years. Balance disorders, decreased muscle strength, and a history of falls. Overcome because on the first day the results of the fall risk assessment were obtained TUG score 16 seconds, which is a high risk of falling, BBS score 34, which is walking with assistance, and the elderly balance assessment score 7, which is a moderate risk of falling. And on the sixth day, the TUG results obtained a score of 11 seconds, which means a low risk of falling, the BBS obtained a score of 41, which means walking independently, and the elderly balance assessment obtained a score of 4, which means a low risk of falling.Keywords: Elderly, Fall Risk, Square Stepping Exercise.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Eka Safitri; Roza Erda; Savitri Gemini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.3002

Abstract

Lansia berusia 60 tahun ke atas lebih rentan terhadap penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti hipertensi. Hipertensi adalah masalah kesehatan jangka panjang yang sangat umum kepada lansia serta merupakan faktor risiko utama munculnya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung koroner. Hipertensi tidak hanya memerlukan pengobatan farmakologis; metode non-farmakologis juga dapat secara alami membantu meminimalisir tekanan darah serta menaikkan tingkat kualitas hidup lansia. Terapi Relaksasi Benson yaitu teknik relaksasi yang terbukti efektif yang meminimalisir tekanan darah secara fisiologis, mengurangi fungsi sistem saraf simpatik, dan mengaktifkan respons tubuh untuk relaksasi. Pengaruh Terapi Relaksasi Benson kepada penurunan tekanan darah bagi lansia melalui hipertensi adalah subjek penelitian ini. Metode Quasi-Eksperimen dengan desain Pre-Post Test with Control Group digunakan. Penelitian ini melibatkan semua lansia yang mengidap hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sei Langkai Kota Batam, dan 32 responden dipilih secara purposive. Responden dibagi jadi 2 kelompok: 16 lansia muda dalam kelompok intervensi yang menerima Terapi Relaksasi Benson secara teratur serta 16 lansia muda dalam kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi. Tekanan darah diukur sesudah dan sebelum terapi, dan analisis dilakukan memperugnakan uji statistik komparatif. Hasil penelitian menunjukkan pada tekanan diastolik dan sistolik, kelompok intervensi terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan dibanding kelompok kontrol, dengan nilai p di bawah 0,05. Hasilnya memperlihatkan bahwasanya Terapi Relaksasi Benson adalah metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengendalikan hipertensi lansia. Oleh karenanya, pendekatan ini bisa digunakan pada praktik keperawatan di layanan kesehatan primer untuk membantu mencegah komplikasi kardiovaskular, meningkatkan kesehatan lansia, dan mendorong pengelolaan hipertensi secara lebih holistik dan berkelanjutan
HUBUNGAN MENGKONSUMSI KOPI DAN MEROKOK DENGAN TERJADINYA INSOMNIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SEI LANGKAI KOTA BATAM Nur Mastari; Savitri Gemini; Desy Desy
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3526

Abstract

The prevalence of elderly people experiencing insomnia every year is estimated at around 25%-57% and 19% experience serious sleep disorders. As they age, the elderly usually face various health problems, one of which is insomnia. This insomnia not only worsens the quality of life of the elderly, but also increases the possibility of health complications such as hypertension, stroke, coronary heart disease, and even the risk of premature death. One of the contributing factors is excessive coffee consumption and smoking habits. Research Objective To determine the relationship between coffee consumption and smoking with insomnia in the elderly in the Sei Langkai Community Health Center Work Area. This study used an analytical observational design through a Cross Sectional approach. The research sample was 95 elderly people taken using a purposive sampling technique. The data collection tool used a questionnaire and data analysis used the Spearman Rank statistical test. Based on the results of the Spearman Rank statistical test on the relationship between coffee consumption and smoking, the p-value showed 0.000 (0.05) which means Ho was rejected. Therefore, it can be concluded that there is a relationship between coffee consumption and smoking and insomnia in the elderly in the Sei Langkai Community Health Center (UPT) working area of Batam City. Elderly people should reduce excessive coffee consumption and stop smoking, as both can worsen heart and lung health, sleep problems, and increase the risk of chronic disease. Keywords: Insomnia, Elderly, Coffee Consumption, Smoking
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN TEKANAN DARAH DENGAN KEJADIAN ASAM URAT PADA LANSIA Nella Hetty Sinaga; Savitri Gemini; Siska Pratiwi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3679

Abstract

Uric acid is the end result of catabolism (breakdown) of a substance called purine. Purine substances are natural substances which are one of the groups of chemical structures that form DNA and RNA.. This research is a quantitative study, using an analytic design with a cross sectional approach with the affordable population in this study were all elderly people in the Sei Langkai Health Center Working Area in 2024, totaling 203 elderly gout. The sampling method technique used in this researcher uses simple random sampling by measuring body mass index in the elderly, which consists of measuring body weight using a weight scale in kilograms and height in the elderly using a stature meter in centimeters and measuring blood pressure using a tensimeter, then measuring uric acid in the elderly using Easy Touch. P-value of 0.000, which means that there is a strong correlation between BMI and uric acid levels in the elderly and there is a significant relationship between blood pressure and the incidence of gout, with a P-value of 0.000.Keywords: Body Mass Index, Blood Pressure, Uric Acid, Elderly
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM Cindy Claudia Sianturi; Savitri Gemini; Roza Erda
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3492

Abstract

Prelelclampsia is a pregnancy complication that can increase maternity and feltal morbidity and mortality. Obesity is known as an important risk factor associateld with the incidence of preeclampsia. to determin the relationship between obesity and preeclamsia in third trimester pregnant women in the working area of Lubuk Baja Community Helalth Center, Batam City in 2025. This type of research use observationa with a cross-selctional design. Thel study population was all third trimester pregnant women in the working area of Lubuk Baja Community Health Center, with a sample of 41 respondents selelcteld through a purposivel sampling telchniquel. Data werel collelcteld using obselrvation shelelts and meldical relcords, then analyzeld univariatelly and bivariatelly with thel Chi-Squarel telst at a 95% confidelncel levell (α = 0.05). The results of univariate research showed that out of 41 pregnant women, the incidence of obesity in pregnant women in the third trimester was 25 pregnant women (61.0%) in the obesity category and 29 pregnant women (70.7%) in the mild preeclamsia category, while 12 pregnant women (29.3%) experienced severe preeclamsia in the working area of the Lubuk Baja Health Center, Batam City in 2025. Bivariate analysis showed a significant relationship between obesity and the incidence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester (p = 0.000 0.05). Therelfore, it can bel concludeld that obesity has a significant rellationship with thel incidence of preeclamsia in prelgnant women in thel third trimelstelr in thel working area of thel Lubuk Baja Community Helalth Centelr, Batam City in 2025. Promotive and prelvelntivel elfforts are through nutrition education, welight control, and screlelning of prelgnant women to prelvelnt prelgnancy complicationsKeywords: Obesity, Preeclampsia,Third Trimester Pregnant Women