Penelitian ini difokuskan pada analisis bentuk sinestetik sebagai hasil perseptual dalam karya tari kontemporer Ibulbu Belu: Bodies of Border (IBUBOB) yang dipentaskan di Teater Besar ISI Surakarta tahun 2022. Urgensi studi ini didasarkan pada fakta bahwa kajian sebelumnya cenderung menganalisis dimensi tari, musik, dan ruang secara terpisah, serta belum memposisikan gejala sinestetik sebagai fokus kajian utama. Penelitian ini mengajukan argumen bahwa bentuk sinestetik adalah sebuah konstruksi perseptual yang dikonstruksi secara kausal oleh strategi koreomusikal dan teknologi pemanggungan. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten dua-tahap (formalis dan resepsi) diterapkan, menggunakan data rekaman audio-visual, observasi, wawancara, dan studi pustaka berupa narasi audiens. Penelitian menemukan hasil dua penyebab utama. Pertama, strategi koreomusikal yang mengintegrasikan body percussion dan instrumen Tihar dalam pola ritmis paralel dan unison. Kedua, desain pemanggungan yang memanfaatkan lantai kayu parkit berlapis vynil sebagai instrumen perkusif pasif dan sonifikasi melalui mic condensor yang mengubah bunyi kinetik subtil (hentakan kaki) menjadi lanskap suara imersif. Temuan membuktikan bahwa kedua elemen teknis ini secara sistematis mengarahkan persepsi audiens, yang termanifestasi dalam narasi sinestetik seperti detak jantung kolektif. Disimpulkan bahwa bentuk sinestetik adalah akibat perseptual yang dapat dirancang secara sadar oleh seniman melalui keputusan teknis yang terintegrasi. Kata kunci: Bentuk, Sinestetik, Tari Kontemporer, IBUBOB, Sonifikasi.
Copyrights © 2026