Abstrak - Kegiatan mendaki gunung dan berkemah sangat ini digandrungi oleh masyarakat. Namun aktifitas tersebut membutuhkan banyak perlengkapan dan persiapan fisik yang matang, serta keterbatasan waktu, fisik dan usia menjadi faktor kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Glamping menjadi inovasi baru yang dilakukan oleh para pelaku bisnis perhotelan dan pariwisata untuk memenuhi tingginya permintaan tersebut. Grand View Reseach (GVR) mengatakan pasar glamping meningkat pada Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebanyak 14,1 % dari tahun 2021-2028. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif untuk menilai kelayakan finansial kawasan glamping Mahkota Sangkuriang eco-tourism yang berada di area wisata di kabupaten Bandung Barat. Peneliti menganalisis dengan metode Return of Invesment (ROI), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), payback period. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proyek kawasan glamping ini dapat menawarkan keuntungan kompetitif dengan NPV positif sebesar Rp 6.387.766.310, IRR sebesar 24,96%, dan Payback Period proyek ini diperkirakan hanya 2,6 tahun. Analisis pasar mengindikasikan tingginya potensi permintaan konsumen glamping dan hal ini mendukung relevansi penerapan proyek. Simpulan penelitian ini menekankan inovasi baru hospitality glamping tidak hanya layak secara finansial tetapi juga mampu sebagai solusi jangka panjang dan menjawab kebutuhan sosial-ekonomi melalui desain berkelanjutan.
Copyrights © 2024