Pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar berperan signifikan dalam membantu siswa memahami konsep ilmiah sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis sejak usia dini. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran IPA masih dihadapkan pada berbagai kendala, di antaranya kesulitan siswa dalam memahami konsep, terjadinya miskonsepsi, serta terbatasnya penerapan pembelajaran berbasis eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran IPA berdasarkan perspektif guru kelas IV SD HKBP Pardamean. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang terdiri dari lima pertanyaan utama mengenai kesulitan belajar siswa, miskonsepsi, latihan soal, pendekatan pembelajaran, serta faktor penyebab pembelajaran kurang optimal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa adalah memahami konsep yang bersifat abstrak karena masih berada pada tahap berpikir konkret, serta keterbatasan sarana pembelajaran seperti fasilitas laboratorium IPA.
Copyrights © 2026