Paradigma pembelajaran abad ke-21 menuntut asesmen yang mampu menilai proses berpikir mendalam, pemahaman konseptual, dan kemampuan transfer pengetahuan, bukan sekadar hafalan. Namun, praktik asesmen di sekolah dasar masih didominasi oleh pengukuran kognitif tingkat rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan asesmen yang selaras dengan konsep Deep Learning di sekolah dasar melalui studi literatur. Data dari buku dan artikel jurnal ilmiah dianalisis menggunakan sintesis tematik terhadap konsep, model, dan praktik asesmen yang relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen Deep Learning menuntut pergeseran dari tes konvensional menuju asesmen autentik, formatif, dan berkelanjutan. Asesmen ini harus mampu menilai proses berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta refleksi belajar siswa. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, kebiasaan evaluasi tradisional, dan kurangnya perangkat asesmen kontekstual. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan asesmen Deep Learning sebagai bagian integral dari peningkatan kualitas pembelajaran, dan diharapkan menjadi rujukan konseptual bagi guru, pengembang kurikulum, serta peneliti pendidikan.
Copyrights © 2026