Perilaku menyimpang remaja di Sukamakmur, Ciomas Bogor, memerlukan intervensi kolaboratif berbasis keluarga–sekolah–komunitas. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat pola asuh positif melalui sinergi orang tua, guru, dan remaja yang dipadukan dengan pembiasaan tujuh amalan sunnah (tahajud, subuh berjamaah, infak/sedekah subuh, membaca Al-Qur’an, istighfar, puasa sunnah, menjaga wudhu). Pendekatan partisipatif dilaksanakan Januari–September 2025: asesmen dan pemetaan (Jan–Jun), pembukaan dan implementasi (Jul–Sep). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, kuesioner, dan dokumentasi (foto/catatan lapangan); diolah secara statistik deskriptif dan analis tematik kualitatif, dengan triangulasi sumber untuk validitas. Dari total sasaran lintas unsur (guru PAUD, wali murid, remaja), 64 responden mengisi instrumen pascaprogram. Hasil menunjukkan peningkatan keterlibatan ibadah harian dan komunikasi keluarga: tahajud harian 34,9%, sedekah subuh harian 40,3%, istighfar “selalu” 68,3%, dengan tantangan pada subuh berjamaah (belum rutin). Dampaknya meliputi penguatan kapasitas orang tua dan guru dalam parenting positif, munculnya remaja teladan, terbentuknya forum parenting berkelanjutan, serta indikasi penurunan perilaku berisiko. PkM ini menunjukkan kesesuaian metode dengan kebutuhan lokal serta menawarkan model replikasi pemberdayaan berbasis spiritual yang relevan di era digital.
Copyrights © 2026