Sektor konstruksi memiliki peran vital dalam perekonomian global di berbagai negara. Hal ini dibuktikan oleh industri konstruksi Malaysia yang secara konsisten menyumbang rata-rata 3,8% terhadap PDB selama 30 tahun terakhir, dan mencatat tingkat pertumbuhan yang kuat bahkan di tengah penurunan ekonomi global. Namun, sektor konstruksi secara inheren berisiko tinggi karena padat karya dan memiliki lingkungan kerja yang dinamis serta berpotensi berbahaya. Sektor ini menyumbang 25% hingga 40% dari semua kecelakaan kerja fatal dan tingkat cedera non-fatal yang 71% lebih tinggi dibandingkan dengan industri lain setiap tahun di seluruh dunia. Meskipun terus berkembang, tantangan keselamatan yang ada menunjukkan bahwa masalah ini belum terselesaikan secara fundamental. Terdapat banyak studi yang menyoroti tantangan dalam menerapkan praktik keselamatan di proyek konstruksi. Namun, SLR yang fokus pada implementasi praktis manajemen risiko dalam konteks keselamatan konstruksi masih sangat terbatas. Dalam konteks ini, studi ini bermaksud mengisi kekosongan pengetahuan tersebut dengan melakukan SLR menggunakan protokol PRISMA. Fokusnya adalah pada tiga aspek utama dari implementasi praktis manajemen risiko dalam konteks keselamatan konstruksi untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja konstruksi: penilaian risiko keselamatan konstruksi secara komprehensif, optimasi pengendalian risiko keselamatan konstruksi, dan adaptasi berkelanjutan dalam sistem manajemen risiko keselamatan konstruksi. Studi ini juga merekomendasikan arah penelitian ke depan.
Copyrights © 2026