Tingginya harga dan keterbatasan pasokan zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis seperti Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) menjadi penghambat utama dalam skala komersial teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas ekstrak alami yaitu air kelapa muda, air rebusan kacang hijau/kecambah, dan pisang masak sebagai alternatif parsial atau suplemen ZPT dalam media kultur jaringan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai jurnal dan publikasi ilmiah terkait. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ekstrak alami memiliki potensi besar. Air kelapa muda kaya akan sitokinin alami (zeatin), efektif memacu multiplikasi tunas dan pembelahan sel. Ekstrak kacang hijau, yang mengandung auksin (IAA) dan vitamin, menunjukkan peran signifikan dalam inisiasi perakaran dan elongasi. Sementara itu, pisang masak bertindak sebagai sumber nutrisi kompleks dan ZPT (auksin, giberelin). Pemanfaatan bahan-bahan ini terbukti dapat mengurangi ketergantungan pada ZPT sintetis, menurunkan biaya produksi, dan mendukung pengembangan teknik kultur jaringan yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026