Penelitian ini menganalisis dan menguraikan proses kreatif Paduan Suara Mahasiswa Divina Etnika Institut Seni Indonesia Surakarta dalam menyajikan lagu Oh Adingkoh aransemen Gerhard Gere pada Festival Swara Saraswati II tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-etnografi dengan peneliti sebagai pengamat-partisipan, dan berfokus pada dinamika kerja kolektif serta integrasi elemen pertunjukan. Proses kreatif tersebut dipetakan menggunakan model Empat Tahap Graham Wallas (1926), yaitu: tahap Persiapan yang mencakup analisis aransemen berbasis sistem nada pentatonis Dayak Ngaju, penetapan pola perkusi, perancangan gerak dasar, dan desain kostum; tahap Inkubasi yang ditandai dengan eksplorasi gerak dan penguatan teknik nasal vocal quality yang menyerupai sansana serta pola tabuhan; tahap Iluminasi yang muncul melalui pengambilan keputusan artistik final berupa integrasi gerak tasai/manasai dan samba setengah; serta tahap Verifikasi yang dikonfirmasi melalui penilaian juri yang menyoroti keselarasan interpretasi dan presentasi keseluruhan elemen pertunjukan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif dilakukan dengan cara yang terorganisir melalui kerjasama antara pelatih, komposer, penata musik perkusi, dan penata koreografi, sehingga menghasilkan keterpaduan konsep vokal, koreografi, dan kostum. Penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian medali emas didukung oleh manajemen latihan yang efektif serta kemampuan tim dalam membangun konsep pertunjukan yang relevan dan terintegrasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian model empiris mengenai kreativitas kolektif dan manajemen pertunjukan etnik dalam konteks paduan suara mahasiswa.
Copyrights © 2026