Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan utama Alokasi Belanja Modal (BM) pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Pertumbuhan Ekonomi (PE). Urgensi studi ini didasari oleh pentingnya pengelolaan BM untuk peningkatan layanan publik dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah tantangan fluktuasi realisasi BM daerah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan dan model Fixed Effect (FEM) yang memiliki daya prediksi sangat kuat (Ajusted R² = 0,9567), penelitian ini menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasilnya, disimpulkan bahwa PAD dan DAU memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal. PAD memfasilitasi investasi jangka panjang (sesuai Teori Kapasitas Fiskal), sedangkan DAU bertindak sebagai stimulan pemerataan fiskal, membantu pembiayaan infrastruktur esensial. Kontrasnya, Pertumbuhan Ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini mengidentifikasi adanya diskoneksi antara kinerja ekonomi makro daerah dan kebijakan investasi mereka, menunjukkan bahwa keputusan alokasi Belanja Modal lebih didorong oleh ketersediaan likuiditas kas aktual (PAD dan DAU) daripada respons strategis terhadap laju pertumbuhan ekonomi.
Copyrights © 2025