Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi human error yang berkaitan dengan kondisi kelelahan kerja pada pengemudi truk dengan menggunakan pendekatan Human Reliability Assessment (HRA) melalui metode Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART). Studi ini dilakukan pada sopir truk di PT. Aruna Cahaya Parama memiliki tingkat aktivitas distribusi tinggi dan beban kerja yang signifikan. Proses analisis diawali dengan penyusunan Hierarchical Task Analysis (HTA) untuk mengidentifikasi tahapan pekerjaan, kemudian dilanjutkan dengan penentuan Generic Task Type (GTT), identifikasi Error Producing Conditions (EPC), serta penilaian kontribusi masing-masing faktor melalui Assessed Proportion of Effect (APOE). Tahap akhir dilakukan dengan menghitung nilai Human Error Probability (HEP) untuk mengetahui tingkat kemungkinan terjadinya kesalahan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan potensi human error dalam aktivitas mengemudi. Nilai HEP yang relatif tinggi mengindikasikan besarnya peluang terjadinya kesalahan, sedangkan nilai Human Reliability Total (Rm) yang rendah menunjukkan tingkat keandalan operator yang belum optimal. Kondisi ini berimplikasi langsung pada meningkatnya risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan seperti pengaturan jadwal kerja yang lebih efektif, optimalisasi waktu istirahat, serta penguatan sistem keselamatan kerja guna meminimalkan risiko kecelakaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026