Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis proyek di Sekolah Dasar Negeri 8 Dompu. Latar belakang penelitian ini didasari oleh penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman nyata melalui pendekatan berbasis proyek (project-based learning). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru-guru kelas IV dan V yang mengampu mata pelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis proyek. Mereka menilai bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan keaktifan, rasa ingin tahu, dan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Namun, guru juga menghadapi kendala dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan kurangnya pengalaman dalam merancang proyek yang sesuai. Pembahasan menunjukkan bahwa dukungan kepala sekolah, pelatihan berkelanjutan, dan kolaborasi antar guru sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran berbasis proyek. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, guru memiliki kesiapan dan kemauan untuk mengembangkan pembelajaran IPAS berbasis proyek di kelas.
Copyrights © 2025