Kawasan perkotaan menghadapi tekanan lingkungan dan meningkatnya beban ekonomi rumah tangga akibat keterbatasan lahan dan pesatnya urbanisasi. Dalam kerangka green economy, penerapan green infrastructure pada skala rumah tangga berpotensi menjadi strategi adaptif berbasis lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak ekonomi penerapan green infrastructure terhadap pemanfaatan lahan rumah tangga di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi pada rumah tangga pelaku green infrastructure. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik urban farming rumah tangga berkontribusi langsung pada pengurangan pengeluaran pangan harian, pemanenan air hujan menurunkan ketergantungan terhadap pasokan air berbayar, dan sistem biopori berperan dalam efisiensi pemanfaatan lahan sempit tanpa tambahan biaya operasional signifikan. Secara ekonomi, dampak yang dirasakan rumah tangga lebih dominan pada penghematan pengeluaran rutin dibandingkan peningkatan pendapatan langsung. Selain itu, keberadaan elemen hijau meningkatkan persepsi kenyamanan hunian, nilai estetika, dan potensi nilai properti, yang dipandang sebagai manfaat ekonomi tidak langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa green infrastructure skala rumah tangga berfungsi sebagai strategi efisiensi ekonomi mikro melalui mekanisme penghematan biaya dan optimalisasi lahan, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan permukiman perkotaan
Copyrights © 2026