Fenomena meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap action figure sebagai barangkoleksi menghadirkan peluang besar dalam industri kreatif lokal. Namun, di sisi lain, eksistensi keseniantradisional seperti Wayang Sasak mengalami penurunan akibat minimnya inovasi visual yang relevan denganselera pasar modern. Permasalahan ini menjadi dasar dalam perancangan karakter action figure bernama Sakiro,yang terinspirasi dari elemen-elemen visual yang ada pada Wayang Sasak Lombok. Metode penelitian yangdigunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi mediasosial, Kuesioner dan wawancara dengan pelaku seni dan kolektor mainan. Analisis dilakukan menggunakanpendekatan SWOT dan analisis matriks untuk membandingkan karakter lokal maupun global. Hasil perancanganberupa karakter Sakiro yang divisualisasikan dalam bentuk 2D dan dikembangkan menjadi action figure 3D serta media pendukung seperti poster, artbook, kartu karakter hingga merchandise. Melalui pendekatan ini,perancangan diharapkan dapat menjadi media pelestarian budaya Wayang Sasak sekaligus menjawab tren pasar kreatif yang tengah berkembang. Kata kunci : Wayang Sasak, Action Figure, 3D, Desain Karakter
Copyrights © 2026