Kekerasan Įsik terhadap anak merupakan permasalahan sosial serius yang masihterjadi di Indonesia dan berdampak signiįkan terhadap perkembangan mental,emosional, dan sosial korban. Penelitian ini berfokus pada perancangan environment artdalam video game “lasting Wounds” sebagai media interaktif untuk memitigasi dampakkekerasan anak melalui representasi visual yang emosional dan simbolis. Prosesperancangan diawali dengan observasi lapangan di Kecamatan Antapani, Bandung,sebagai wilayah dengan kasus kekerasan anak tertinggi, disertai wawancara mendalamdengan psikolog anak, aktivis perlindungan anak, environment artist, serta analisis karyasejenis seperti little Nightmares, DARQ, dan The Cat Lady. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penggunaan elemen visual seperti ruang sempit, pencahayaan redup, warna gelap,dan objek simbolik mampu membangun atmosfer yang mencerminkan tekanan psikologisdan trauma korban. Pendekatan ini menyampaikan pesan sosial secara implisit tanpamenampilkan kekerasan secara eksplisit, sehingga tetap etis dan efektif dalammembangkitkan empati. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa environmentart dapat menjadi sarana edukasi yang kuat, mendorong kesadaran publik, danmemberikan pengalaman imersif yang relevan bagi audiens dewasa muda, khususnya diera digital yang sarat konsumsi media interaktif.Kata Kunci: kekerasan anak, Environment Art, Game, multimedia, Trauma Psikologis
Copyrights © 2026