Pergeseran industri pariwisata global, terutama dari Asia Tenggara, telah sangatdipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Akibatnya, wisatawan dari berbagai wilayah sepertiIndonesia kini lebih memilih untuk mengunjungi destinasi alam yang jauh dari keramaian.Preferensi seperti ini sebagian besar diucapkan oleh para profesional kelas menengah ke atasyang berusia 25-45 tahun dari Jakarta, Surakarta, dan Makassar, yang terbiasa denganperjalanan yang lebih praktis dan disesuaikan. Dalam hal ini, Pulau Labengki di KabupatenKonawe Utara yang terletak di Sulawesi Tenggara memiliki keindahan alam yang melimpahdan suasana yang tenang yang secara optimis dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namundemikian, kurangnya strategi sistem identitas menghambat pemasaran yang efektif sehinggacitra Pulau Labengki tidak dapat dibangun secara optimal di mata wisatawan. Penelitian inidifokuskan untuk mendefinisikan tujuan melalui pendekatan kualitatif dalam mempelajariidentitas visual dan branding Pulau Labengki melalui pemasaran pariwisata. Diharapkanmekanisme desain tersebut dapat menumbuhkan persepsi merek yang sesuai, reputasi,peningkatan daya saing, dan hubungan emosional terhadap alam, budaya, dan sejarah yangmelampaui tempat itu sendiri. Oleh karena itu, identitas visual berfungsi sebagai pilar utamadari branding profesional yang strategis yang memungkinkan kerangka kerja yang dinamisuntuk promosi pariwisata yang berkelanjutan di era digital. Kata kunci: identitas visual, destinasi wisata, Pulau Labengki.
Copyrights © 2026