Studi iniĀ mengkaji seberapa jauh Work Life Balance, program pelatihan, serta beban kerja memengaruhi tingkat kepuasan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di PSDMBP. Pendekatan yang diterapkan adalah metode kuantitatif melalui distribusi angket kepada 56 ASN sebagai partisipan. Informasi yang dikumpulkan dievaluasi dengan beragam teknik untuk menjamin validitas serta menguji keterkaitan antarvariabel. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Work Life Balance dan program pelatihan memberikan kontribusi positif yang bermakna pada kepuasan kerja. Artinya, harmonisasi antara aspek pribadi dan profesional, ditambah dengan pelatihan yang efisien, dapat memperbaiki tingkat kepuasan Pegawai dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Akan tetapi, beban kerja tidak menunjukkan dampak kuat pada kepuasan kerja. Secara menyeluruh, ketiga faktor Work Life Balance, pelatihan, dan beban kerja tetap menunjukkan pengaruh penting saat diuji bersamaan. Kesimpulan ini menekankan bahwa inisiatif organisasi untuk membangun keseimbangan kerja dan menyediakan pelatihan yang sesuai sangat krusial dalam meningkatkan kepuasan kerja ASN. Sebaliknya, beban kerja bukanlah elemen utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan pegawai. Dengan demikian, organisasi dianjurkan untuk lebih fokus pada penguatan Work Life Balance dan peningkatan kualitas pelatihan sebagai langkah strategis untuk mendorong kepuasan dan produktivitas karyawan.
Copyrights © 2025