Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Work Life Balance, Pelatihan dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Roy Febrian Tobing; Ridlwan Muttaqin; Asti Nur Aryanti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3465

Abstract

Studi ini  mengkaji seberapa jauh Work Life Balance, program pelatihan, serta beban kerja memengaruhi tingkat kepuasan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di PSDMBP. Pendekatan yang diterapkan adalah metode kuantitatif melalui distribusi angket kepada 56 ASN sebagai partisipan. Informasi yang dikumpulkan dievaluasi dengan beragam teknik untuk menjamin validitas serta menguji keterkaitan antarvariabel. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Work Life Balance dan program pelatihan memberikan kontribusi positif yang bermakna pada kepuasan kerja. Artinya, harmonisasi antara aspek pribadi dan profesional, ditambah dengan pelatihan yang efisien, dapat memperbaiki tingkat kepuasan Pegawai dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Akan tetapi, beban kerja tidak menunjukkan dampak kuat pada kepuasan kerja. Secara menyeluruh, ketiga faktor Work Life Balance, pelatihan, dan beban kerja tetap menunjukkan pengaruh penting saat diuji bersamaan. Kesimpulan ini menekankan bahwa inisiatif organisasi untuk membangun keseimbangan kerja dan menyediakan pelatihan yang sesuai sangat krusial dalam meningkatkan kepuasan kerja ASN. Sebaliknya, beban kerja bukanlah elemen utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan pegawai. Dengan demikian, organisasi dianjurkan untuk lebih fokus pada penguatan Work Life Balance dan peningkatan kualitas pelatihan sebagai langkah strategis untuk mendorong kepuasan dan produktivitas karyawan.
Pengaruh Pendapatan Premi, Beban Klaim, Dan Risk Based Capital (RBC) Terhadap Profitabilitas PT BNI Life Insurance Periode 2015-2024 Hermaliah; Palupi Permata Rahmi; Asti Nur Aryanti
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Premi, Beban Klaim, dan Risk Based Capital (RBC) terhadap Profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) pada PT BNI Life Insurance selama periode 2015-2024. Profitabilitas pada perusahaan asuransi menjadi indikator efisiensi pengelolaan dana, sekaligus menunjukkan kekuatan finansial perusahaan dalam menghadapi risiko klaim dan ketidakpastian ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan PT BNI Life Insurance periode 2015-2014. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi yang diolah menggunakan aplikasi SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Pendapatan Premi, Beban Klaim, dan Risk Based Capital tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hasil pengujian secara simultan juga menunjukkan bahwa Pendapatan Premi, Beban Klaim dan Risk Based Capital tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
The Effect Of Digital Competence On Employee Performance Through Artificial Intelligence Adaptation As An Intervening Variable Muhamad Maulana; Gurawan Dayona Ismail; Nunung Ayu Sofianti (Efi); Yoyo Sudaryo; Asti Nur Aryanti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52588

Abstract

This study aims to analyze the effect of Digital Competence, Technology Readiness, and Leadership Style on Employee Performance through the adaptation of Artificial Intelligence (AI) among employees at PT Sewangi Alam Nusantara. The study is motivated by the need to improve employee effectiveness, efficiency,and work quality in the digital era, where digital literacy,readiness of technological infrastructure, and adaptive leadership are key factors supporting adaptation to AI-based innovations. The research employed a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to 102 employees. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM)via Smart PLS 3.0 to examine both direct and indirect relationships among variables. The results indicate that Digital Competence (path coefficient = 1.740), Technology Readiness (2.731), and Leadership Style (1.844) positively affect Employee Performance. These three variables also contribute positively to AI Adaptation (0.534; 0.834; 1.063), which significantly mediates the improvement in employee performance (0.423), resulting in a total mediated effect of 0.917. The study concludes that a combination of digital competence, technology readiness, and adaptive leadership, reinforced by AI adoption, is a critical factor in enhancing employee productivity and performance. Practical implications include the need for digital literacy development, upgrading technological infrastructure,and applying leadership styles that support digital transformation to ensure optimal AI implementation in the workplace.
The Effect of Non-Physical Work Environment, Motivation, and Workload on Employee Performance with Job Satisfaction as an Intervening Variable on Perum DAMRI MAC Bus Drivers Amal Fazri Nur Ridwan; Gurawan Dayona Ismail; Asti Nur Aryanti; Ridlwan Muttaqin; Recky Recky
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 7 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i7.53280

Abstract

Employeeoperformance isothe level of success or workoresults achievedoby anoindividual inocarrying outotheir dutiesoand responsibilities during a certain period, which is measured based on standards or targets set by the organization. Theopurpose ofothis studyois toodetermine the analysis of non-physical work enviironment, motivation, and workload on employeoperformance withojob satisfactionoas an interveningovariable. Theoresearch methodoused inothis studyois a quantitativeoresearch method with a descriptiveoandoverification approach. Dataocollection techniques in thisostudy are interviews, questionnaires, andoobservations with a population of 90 drivers. Theosampling techniqueoused in thisostudy is a non-probability samplingotechnique with sensus sampling. The analytical tool in thisostudy is SmartPLS 4 for verification analysis. Testing of measurement models or outer models in this study is convergentovalidity, discriminantovalidity, AverageoVariance Extractedo (AVE), compositeoreliability, Cronbachoalpha. The structural model or inner models tested in this study were the coefficientoof determinationo (R2) and predictiveorelevance (Q2). Theoresults of thisostudy indiicate thatothe non-physiical work enviironment and motivation have a positiive and signiificant effectt on job satisfactiion partially, while workload has no effectt on job satisfactiion partially. Workload and satiisfaction have a posiitive and signifiicant effectt on peerformance, while the non-physiical work enviironment and motiivation have nooeffect onoperformance partially. Simultaneously, the effect is 76.1%, and the remaiining 23.9% is inflluenced by other facttors. Job satisfaction can mediate the non-physiical work enviironment and motivation on emplloyee perforrmance, but cannot mediate the effect of workload on emplloyee peerformance.
PENGARUH SELF-EFFICACY, KNOWLEDGE, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. FORE KOPI INDONESIA TBK Pranoto Pranoto; Ridlwan Muttaqin; Asti Nur Aryanti
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/8f311071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pengetahuan, disiplin kerja, dan efikasi diri terhadap kinerja karyawan di PT. Fore Kopi Indonesia Tbk. Penelitian ini memadukan teknik kuantitatif dengan metode survei. Untuk mengumpulkan data, staf operasional penelitian diberikan kuesioner untuk diisi. Instrumen penelitian dibuat menggunakan skala Likert dan telah melewati penilaian reliabilitas dan validitas. Dampak parsial dan simultan dari faktor independen terhadap variabel dependen dapat diuji menggunakan teknik analisis data yang dikenal sebagai regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri, disiplin kerja, dan pengetahuan semuanya memiliki dampak besar dan positif terhadap kinerja karyawan. Selain itu, ketiga elemen ini semuanya memiliki dampak simultan yang besar terhadap kinerja karyawan. Menurut temuan ini, karyawan dapat berkinerja lebih baik jika mereka memiliki kepercayaan diri yang lebih besar, mempelajari lebih banyak tentang pekerjaan mereka, dan mempraktikkan disiplin kerja secara berkelanjutan. Untuk meningkatkan kualitas kinerja dan daya saing bisnis di industri makanan dan minuman, diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan manajemen dalam menciptakan strategi manajemen sumber daya manusia.
Pengaruh Work-life balance, Komunikasi Kerja, Pengembangan Karir terhadap Employee engagement Elly Muamillah; Ridlwan Muttaqin; Asti Nur Aryanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9457

Abstract

Rendahnya tingkat keterlibatan karyawan (employee engagement) merupakan tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya di sektor manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, komunikasi kerja, dan pengembangan karir terhadap employee engagement karyawan PT Adira Semesta Industry, sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi sarung tangan golf berlokasi di Bandung. Latar belakang penelitian ini didasarkan dari hasil pra-survei yang mengindikasikan bahwa rata-rata hanya 32% karyawan menyatakan setuju. Faktor-faktor yang teridentifikasi meliputi work-life balance yang belum optimal (56% tidak setuju), komunikasi kerja yang kurang efektif (90% tidak setuju terhadap feedback atasan), serta pengembangan karir yang tidak transparan (74% tidak setuju). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif dan subjek studi ini meliputi keseluruhan 219 karyawan, di mana 70 responden dipilih melalui teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis parsial (uji-t) dan simultan (uji-F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance melegitimasi dampak positif dan substansial terhadap keterlibatan karyawan (employee engagement) (t=4,411; sig.=0,000), sementara komunikasi kerja (sig.=0,250) dan pengembangan karir (sig.=0,983) tidak menunjukkan signifikansi ekstensif secara parsial. Secara kolektif, ketiga prediktor tersebut memberikan pengaruh yang berarti terhadap employee engagement (F=10,824; sig.=0,000) dengan kontribusi sebesar 33,0% (R²=0,330). Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen untuk memprioritaskan kebijakan work-life balance guna meningkatkan keterlibatan karyawan secara berkelanjutan.
Digital Readiness, Agility, and Creativity as Drivers of Competitive Advantage in the Creative Industry Asti Nur Aryanti; Christianingrum Christianingrum
International Journal of Applied Business and International Management Vol 11, No 1 (2026): April 2026
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v10i3.4629

Abstract

This study examines the role of digital readiness in enhancing the competitiveness of creative industry MSMEs by analyzing its relationship with digital agility and digital creativity. It specifically investigates how digital readiness directly and indirectly influences digital competitiveness through the mediating roles of digital agility and digital creativity. Using a quantitative approach with Structural Equation Modeling (SEM), this study analyzes data from micro, small, and medium enterprises (MSMEs) operating in the creative industry sector, particularly the fashion, culinary, and craft subsectors, in West Java, Indonesia. The findings reveal that digital readiness significantly influences digital agility, digital creativity, and digital competitiveness. Digital agility positively affects both digital creativity and digital competitiveness, while digital creativity significantly contributes to strengthening digital competitiveness. The results also indicate that digital agility and digital creativity jointly mediate the relationship between digital readiness and digital competitiveness. These findings suggest that digital readiness serves as a fundamental capability that enables MSMEs to adapt quickly to digital transformation, stimulate creativity, and improve their competitiveness in digital markets. The integration of readiness, agility, and creativity forms a strategic synergy that supports the sustainability and competitive advantage of creative industry businesses. This study contributes to the literature by developing an integrated framework linking digital readiness, digital agility, and digital creativity to digital competitiveness within the MSME creative industry context. Practically, the findings offer insights for MSME managers and policymakers to strengthen digital infrastructure, develop digital competencies, and encourage innovative practices to improve competitiveness in the digital economy. Its novelty lies in proposing a comprehensive digital competitiveness model that positions digital agility and digital creativity as key mediating mechanisms linking digital readiness to competitive advantage in the creative industry.