Fenomena judul yang panjang dan deskriptif dalam anime Isekai menandai pergeseran fungsi judul dari sekadar penanda menjadi alat komunikasi yang mengarahkan pemaknaan awal terhadap narasi. Penelitian ini membahas fungsi judul dalam anime Isekai dengan menggunakan teori parateks Gérard Genette (1997). Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana judul-judul tersebut berfungsi sebagai parateks dalam membentuk makna awal narasi. Data penelitian meliputi dua puluh judul anime Isekai yang diperoleh dari MyAnimeList dan situs web resmi masing-masing anime. Metode deskriptif kualitatif digunakan bersama dengan teknik analisis Spradley (2016) untuk mengidentifikasi pola linguistik dan budaya dalam judul-judul tersebut. Temuan menunjukkan bahwa empat fungsi parateks Genette, yaitu penunjukkan, konotasi, godaan, dan penguraian, hadir secara berlapis dalam judul-judul Isekai. Setiap fungsi merepresentasikan karakteristik identifikasi, asosiasi makna, daya tarik, dan deskripsi naratif yang berkontribusi pada pembentukan pemaknaan awal teks. Temuan ini menegaskan bahwa judul dalam anime Isekai tidak hanya berfungsi sebagai label teks, tetapi juga sebagai perangkat semiotik dan komersial yang berperan penting dalam pembingkaian makna sebelum teks naratif dikonsumsi.
Copyrights © 2026