Generasi muda ASEAN menghadapi tantangan dalam mengembangkan bisnis sosial berkelanjutan akibat lemahnya perencanaan, keterampilan teknis, dan akses jejaring. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda usia 18–35 tahun melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan penguatan jejaring berbasis kompetensi dan partisipatif di Kuala Lumpur. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan dalam tiga fase, meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan interaktif, pendampingan, pengembangan jejaring, hingga evaluasi. Metode yang digunakan mencakup Business Model Canvas, SROI, experiential learning, dan mentoring terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi peserta, lahirnya prototipe bisnis sosial, serta penguatan peran Kuala Lumpur sebagai pusat bisnis sosial ASEAN yang mendukung pencapaian SDGs
Copyrights © 2026