Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya tentang penguatan modal sosial melalui konseling sebaya disabilitas menuju desa inklusi berkelanjutan. Mitra kegiatan adalah Difabel Slawi Mandiri, sebuah organisasi masyarakat yang berdiri sejak 2010 dan berbadan hukum sejak 2015. Selama ini, organisasi telah aktif dalam advokasi disabilitas dan mendorong terbentuknya desa inklusi di Kabupaten Tegal. Namun, masih terdapat kendala dalam pengembangan kapasitas internal, terutama keterampilan konseling sebaya dan pengelolaan organisasi, termasuk bagi anggota baru yang belum pernah mendapat pelatihan secara luring maupun daring. PKM 2025 ini berfokus pada dua permasalahan utama: (1) keterbatasan penguasaan keterampilan konseling sebaya di kalangan anggota, dan (2) kebutuhan penguatan kapasitas organisasi agar berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi keterampilan dasar konseling, peningkatan literasi digital untuk konseling daring, pelatihan dinamika kelompok, penguatan kesadaran gender, hingga praktik konseling sebaya secara langsung. Peserta berjumlah 20 orang, terdiri atas penyandang disabilitas, difabel perempuan, orang yang pernah mengalami kusta, serta perwakilan desa inklusi. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan), tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kompetensi anggota dalam konseling sebaya, terbangunnya kapasitas organisasi yang lebih kuat, serta terciptanya pondasi bagi pemberdayaan masyarakat inklusi yang berkesinambungan. Peningkatan level keberdayaan mitra pada aspek sosial kemasyarakatan sebesar 44,0% dan aspek manajemen sebesar 46,2%.
Copyrights © 2025