Anggur laut merupakan keluarga alga Caulerpaceae yang memiliki bentuk tubuh berupa talus, yaitu struktur yang bisa membentuk seperti rantai atau dahan, dan memiliki butiran kecil yang menyerupai buah anggur, sehingga dinamakan anggur laut. Selain itu, berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa Caulerpa racemosa mengandung metabolit sekunder penting, terutama senyawa flavonoid. Flavonoid adalah kelompok senyawa fenolik yang ada di hampir semua bagian tumbuhan, terutama di lapisan luar daun dan kulit buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% dan etanol 96% tumbuhan anggur laut yang ada di Pantai Teluk Sepang, Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah spektrofotometri UV-Vis dengan pendekatan kolorimetri kompleksasi aluminium klorida (AlCl₃). Teknik ini relatif mudah, cepat, sangat sensitif, dan dapat diterapkan dengan sukses pada berbagai ekstrak yang berasal dari bahan alami, menghasilkan hasil yang dapat diandalkan jika disertai dengan validasi metode. Pengukuran kadar flavonoid menggunakan pembanding kuersetin pada panjang gelombang maksimum 430 nm dan didapatkan persamaan regresi linear y=0,0096x + 0,0535 dan R2=0,9729 diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% sebesar 12,6±0,16 mg QE/g dan ekstrak etanol 96% sebesar 44,1±0,29 mg QE/g. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% memiliki kadar flavonoid lebih besar daripada ektrak etanol 70%. Analisis statistik menggunakan independent sample t-test mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antar kedua perlakuan tersebut (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa etanol 96% merupakan pelarut yang lebih efektif untuk mengekstraksi flavonoid dari C. racemosa, yang diduga dipengaruhi oleh sifat semipolar dari senyawa flavonoid yang terkandung di dalamnya.
Copyrights © 2026