Latar Belakang : Gaya hidup seperti pola makan sumber karbohidrat yang sering, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan stres dapat menjadi faktor meningkatnya kadar glukosa darah. jumlah penderita diabetes melitus di seluruh dunia diperkirakan mencapai 463 juta pada tahun 2019, meningkat menjadi 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal termasuk penyakit jantung, ginjal dan impotensi. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode : Rancangan penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Sampel berjumlah 83 responden dengan teknik purposive sampling, uji Sperman Rank. Hasil : Uji Statistik Spearman Rank antara gaya hidup dan kadar gula darah menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,215, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah dengan nilai signifikansi sebesar 0,051 > 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95%. Kesimpulan : korelasi Spearman Rank antara gaya hidup dan kadar gula darah menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,215, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah, artinya semakin baik gaya hidup seseorang, cenderung kadar gula darahnya semakin normal.
Copyrights © 2026