Pemberian nebulizer merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan. Nebulizer bekerja dengan mengubah obat cair menjadi aerosol, sehingga memudahkan penghirupan langsung ke saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian nebulizer terhadap peningkatan saturasi oksigen di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test, melibatkan 16 responden yang mengalami gangguan pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian nebulizer, seluruh responden memiliki saturasi oksigen di bawah 94%. Setelah intervensi nebulizer, 75% responden mengalami peningkatan saturasi oksigen menjadi di atas 95%. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test saturasi oksigen 3.544. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian nebulizer secara efektif dapat meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi tambahan dalam perawatan pasien dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2026