Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Manajemen Pencegahan Dini Penyakit Menular Seksual (PMS) pada Remaja di Smk Teknologi Muhammadiyah Limboto Sabirin B. Syukur; Rini Asnawati; Euis H. Hidayat; Arifandi Pelealu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8060

Abstract

ABSTRAK Pengabdian Masyarakat merupakan suatu upaya oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo untuk memberikan penyuluhan dalam bentuk ilmu pengetahuan dalam guna memberikan manfaat kemudian hari, seperti halnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya remaja akan bahaya dari penyakit menular seksual (PMS), PMS dikalangan remaja sudah banyak di temukan. Derasnya arus media massa ditambah kurangnya informasi mengenai seksiologi, membuat fenomena infeksi menular seksual dikalangan remaja bagaikan bom waktu. PMS selalu menjadi salah satu masalah yang tak kunjung habis untuk dibahas. Setiap tahunnya selalu meningkat jumlah pengidap penyakit menular seksual, oleh karena itupeningkatan pengetahuan dan persepsi penyakit menular seksual perlu ditekankan terutama pada kelompok remaja. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan pada usia remaja menjadi faktor resiko tinggi tekena infeksimenular seksual. Infeksi menular seksual (IMS) disebut juga dengan penyakit menular seksual adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kata Kunci: Penyakit Menular Seksual, Pencegahan Dini, Penyuluhan  ABSTRACT This Community Service is an effort by lecturers and students of the University of Muhammadiyah Gorontalo to serve counseling in the form of knowledge in order to provide benefits in the future, such as  counseling to the community, in this case teenagers about the dangers of sexually transmitted diseases (STDs). STDs among teenagers have been found to be  widely distributed in the community. The rapid flow of mass media coupled with the lack of information on sexology makes the phenomenon of sexually transmitted infections among teenagers like a ticking time bomb. STDs has always been one of the problems that never ends to be discussed. Every year the number of people with sexually transmitted diseases always increases, therefore increasing knowledge and perceptions of sexually transmitted diseases needs to be emphasized, especially in the adolescent group. Premarital sexual behavior during adolescence is a high risk factor for sexually transmitted infections. Sexually transmitted infections (STIs), also known as sexually transmitted diseases, are diseases that can be transmitted through sexual contact. Keywords: Sexually Transmitted Diseases, Early Prevention, Counseling
PENGENDALIAN INFEKSI DI RUANGAN INTERNA RSUD ALOEI SABOE KOTA GORONTALO Rini Asnawati; Sabirin B Syukur; Herson Yunus; Fiki Farid Abas; Silvana Tabrani; Magfira Yahya
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1927

Abstract

Penyakit Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Health care Associated Infection (HAIs) merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di dunia (WHO, 2016). Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua PPI didapatkan bahwa pada 2 bulan terakhir tercatat 4 kasus kejadian phlebitis di ruang Interna RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Tujuan Pengabdian yaitu Untuk menurunkan angka kejadian infeksi di RSUD Aloe Saboe dan Meningkatkan keterampilan dalam mengendalikan dan mencegah infeksi nosokomial. Metode dalam pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, tahapan yang pertama adalah TIM melakukan survey dan wawancara bersama petugas PPI dan perawat yang ada di ruangan Interna RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo, tahapan kedua adalah, edukasi pengendalian infeksi, serta tahapan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu meningkatnya pengetahuan Perawat tentang Pengendalian Infeksi, perawat menyadari pentingnya melakukan tindakan mencuci tangan dan five moment untuk Pengendalian infeksi.
Pemberian Nebulizer Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Gangguan Pernapasan Di Ruang Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo Yolanda R. Yusuf; Haslinda Damansyah; Rini Asnawati; Pipin Yunus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.371

Abstract

Pemberian nebulizer merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan. Nebulizer bekerja dengan mengubah obat cair menjadi aerosol, sehingga memudahkan penghirupan langsung ke saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian nebulizer terhadap peningkatan saturasi oksigen di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test, melibatkan 16 responden yang mengalami gangguan pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian nebulizer, seluruh responden memiliki saturasi oksigen di bawah 94%. Setelah intervensi nebulizer, 75% responden mengalami peningkatan saturasi oksigen menjadi di atas 95%. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test saturasi oksigen 3.544. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian nebulizer secara efektif dapat meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi tambahan dalam perawatan pasien dengan kondisi serupa.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Resiko Bunuh Diri pada Remaja di SMA Muhammadiyah Batudaa Kabupaten Gorontalo Marlanda Djafar; Rona Febriyona; Rini Asnawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10738

Abstract

The recent increase in suicide cases, particularly among adolescents, is due to a lack of awareness among adolescents regarding several risk factors for suicide, including psychological, family, and social factors. The purpose of this study was to determine the factors associated with the risk of suicide in adolescents. This research method used a quantitative correlational approach. The population in this study was 176 students at Muhammadiyah Batudaa High School, Gorontalo Regency, and a sample size of 64. The analyses used were univariate and bivariate analysis. The results of the study indicate that psychological factors, family factors, and environmental factors each have a chi-square value > chi-square p = 0.000. The third factor has a value <0.05, thus Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a relationship between psychological factors, family factors, and environmental factors with the risk of suicide among students at Muhammadiyah Batudaa High School, Gorontalo Regency.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Cinderawati Lijali; Fadli Syamsuddin; Rini Asnawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1392

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada anak dan ditandai dengan peradangan pada kulit yang dapat menimbulkan keluhan gatal, kemerahan, serta gangguan kenyamanan. Kejadian dermatitis pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya Personal Hygiene dan sanitasi lingkungan. Methods: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian dermatitis pada anak dengan nilai P-value = 0,006,sanitasi lingkungan dengan nilai P-value = 0,003 dengan kejadian dermatitis pada anak. Discussion: Personal Hygiene dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada anak, sehingga upaya promotif dan preventif terkait kebersihan diri dan sanitasi lingkungan perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko dermatitis pada anak.
Efektivitas Latihan Keterampilan Sosial pada Peningkatan Citra Diri Pasien dengan Gangguan Citra Tubuh (Post Amputasi) di RSUD Tani dan Nelayan Boalemo Afriani R.Mahmud; Firmawati Firmawati; Nur Uyun I. Biahimo; Rini Asnawati
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v2i4.4324

Abstract

Amputation results in a person becoming permanently disabled, thus bringing dramatic changes to all aspects of a person's life in daily activities which results in psychological problems that can reduce physical and socio-economic conditions because they have to adapt to the loss of parts that previously functioned normally. Therefore, to reduce body image disturbances in post-amputation patients because they cannot accept their physical condition after amputation, it is necessary to treat them with cognitive therapy, behavioral therapy, cognitive and behavioral therapy, social skills therapy and family psychoeducation. The research aims to analyze the effectiveness of social skills training in improving the self-image of patients with post-amputation body image disorders at the Tani and Fishermen Hospital, Boalemo. This research uses a quantitative research design, a pre-experimental research design with a one group pre-post test design. The population of this study was post-amputation patients at the Tani and Fishermen Hospital, Boalemo. The sample in this research consisted of 15 respondents. The data collection technique was using a questionnaire sheet to measure body image. Based on the results of the analysis, it was found that the majority were categorized as quite worse. The results of statistical tests show that the average score of the patient's self-image is 13.60 with a standard deviation of 1.033 and the average score after social skills training is 16.73 with a standard deviation of 2.815, and the p-value is 0.000 (<α 0 .05) means that social skills training is effective in improving the self-image of patients with post-amputation body image disorders at the Boalemo Farmers and Fishermen's Hospital.
Hubungan Antara Status Gizi Dan Paritas Dengan Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sipatana Siti Nur Fadila Darise; Zuriati Muhamad; Rini Asnawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1646

Abstract

Wanita banyak melewati proses yang cukup sulit dalam hidupnya yaitu proses kehamilan, nifas dan menyusui. Pada periode ini, setiap wanita lebih rentan terhadap gangguan mood terutama pada masa nifas atau postpartum. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan paritas dengan kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Sipatana. Metode penelitian ini menggunakan design penelitian melalui pendekatan cross sectional antara variabel dependen produksi ASI dengan variabel independen status gizi dan paritas. Sampel pada penelitian ini berjumlah 71 responden dengan menggunakan tekhnik total sampling. Intrumen yang digunakan berupa SOP Indeks Massa Tubuh (IMT), SOP Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Kuesioner kelancaran produksi ASI. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara status gizi dan paritas dengan kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Sipatana. Pada status gizi uji Spearman rank menunjukan nilai p value= 0.031 (p<0.05) artinya ada hubungan antara status gizi dengan kelancaran produksi ASI. Sementara paritas dengan uji Spearman rank menunjukan nilai p value = 0.000 (p<0.05) artinya terdapat hubungan paritas dengan kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum. Kesimpulan : ada hubungan antara status gizi dan paritas dengan kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Sipatana