Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Partograf manual yang digunakan oleh bidan sering kali dianggap tidak efisien karena memerlukan waktu lama dan sering diisi dengan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif stakeholder terkait pengembangan partograf digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 11 stakeholder kunci, termasuk kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kendala penggunaan partograf manual dan potensi partograf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partograf digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mendukung deteksi dini komplikasi persalinan. Integrasi dengan sistem kesehatan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Copyrights © 2026