Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN HANDOUT KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DILENGKAPI MEDIA GRAFIS PADA MATERI IKATAN KIMIA MA Dyah Pujiastuti; Ashadi Ashadi; Sri Mulyani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Proses pengembangan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis pada materi ikatan kimia, (2) Kelayakan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis yang dikembangkan pada materi ikatan kimia berdasarkan validasi ahli, penilaian praktisi pembelajaran serta respon siswa, dan (3) Efektivitas penggunaan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis yang dikembangkan pada materi ikatan kimia untuk meningkatkan prestasi belajar siswa . Penelitian dan pengembangan handout menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah direduksi menjadi sembilan tahapan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: (1) proses setiap langkah pengembangan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis berdasarankan saran dari para ahli dan telah diujicobakan kepada calon pengguna, (2) Kelayakan handout berbasis inkuiri terbimbing pada materi ikatan kimia menurut para ahli berkualifikasi baik, praktisi pendidikan diperoleh CV ≥ 0,87 yang menunjukkan handout layak digunakan; rata-rata angket respon siswa dan guru diperoleh penilaian dengan kategori “sangat baik” (3) Handout kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Kata Kunci: Handout kimia, Inkuiri Terbimbing, Media Grafis, Ikatan Kimia, Prestasi Belajar Siswa
Pengembangan Modul Berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society) Terintegrasi Nilai Islam di SMAI Surabaya pada Materi Ikatan Kimia Siti Zainatur Rahma; Sri Mulyani; Moh. Masyikuri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p70-76

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini bermula dari minimnya jumlah sumber belajar kimia untuk siswa SMA/MA yang berbasis islam, adanya dikotomi ilmu pengetahuan dan agama serta model pembelajaran yang masih berpusat pada guru yang identik dengan ceramah, belum adanya modul yang terintegrasi nilai islam, dan hasil UN yang belum memenuhi KKM pada materi ikatan kimia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Pengembangan produk modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam pada materi ikatan kimia, (2) Mengetahui kelayakan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam, (3) Mengetahui keefektifan keterterapan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam pada materi ikatan kimia. Spesifikasi modul kimia berbentuk media cetak sebagai implementasi kurikulum 2013 berbasis kompetensi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Yapita, SMA HU, SMA Muhammadiyah 7, dan SMA IT Al-Uswah, di Surabaya . Sampel terdiri dari satu kelas pengguna modul dan satu kelas kontrol yang dipilih secara teknik random sampling. Uji reliabilitas menggunakan rumus Kuder Richardson. Sedangkan untuk validitas isi, digunakan formula Aiken. Teknik analisis data yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu; Pertama, Pengembangan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam pada materi ikatan kimia dilakukan dengan menggunakan langkah pengembangan yang kemukakan oleh Borg & Gall (1983) sampai pada tahap ke sembilan. Kedua,  Pengembangan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam dapat dikatakan œsangat baik ditinjau dari aspek materi 85,9%,  penyajian 85,8%, bahasa 85,4% dan kegrafisan 86,03%, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dikatakan œsangat baikuntuk digunakan dalam pembelajaran kimia. Ketiga, Pengembangan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam yang dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar para siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar menggunakan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam lebih baik dari pembelajaran konvensional.                    AbstractThe backgrounds of this study were the inadequate of sources studied chemistry for islamic senior high school. The dichotomy between science, religion, and learning model that is centered on the teachers. They are identical to monotonous lecture. On the other hand the lack of integrated module with Islamic value and the result of the National Exam which has not met Criteria of Mastery Learning on chemical bonding topic. The goals of this study are: (1) Development of SETS based chemical module integrated to Islamic value on chemical bonding topic, (2) Determine the feasibility of SETS based chemical module integrated to Islamic value, (3) Determine the effectiveness of SETS based chemical module integrated to Islamic value. Product developed in this study was SETS based chemical module integrated to Islamic value on chemical bonding topic. Specifications is print media shaped as a competency based on curriculum implementation in 2013. Subjects in this study were class X high scool in Surabaya: Yapita, Hidayatul Ummah, Muhammadiyah 7, and IT Al-Uswah. The sample consists of one class of user modules and one control class were selected by random sampling technique. Reliability testing used Kuder Richardson formula. As for the validity of the content used the formula Aiken. Data analysis technique used descriptive qualitative. The conclusion of this study are; First, the development of SETS based chemical module integrated to Islamic value on chemical bonding topic is done by using Borg and Gall (1983) method up to the stage nine. Second, the development of SETS based chemical module integrated to Islamic value is qualified "very good" in terms of the material aspect of 85.9%, presenting 85.8%, language 85.4%, and graphic 86.03%. So it can be concluded that the developed module is "very good" to learn chemistry. Third, development of SETS based chemical module integrated to Islamic value is effectively used to improve student outcomes. It can be concluded that the result of learning using a SETS based chemical module integrated to Islamic value is better than conventional learning.Keyword: chemical module, SETS, islamic value, chemical bonding. 
Pengembangan Modul Berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society) Terintegrasi Nilai Islam di SMAI Surabaya pada Materi Ikatan Kimia Siti Zainatur Rahma; Sri Mulyani; Moh. Masyikuri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.923 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p70-76

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini bermula dari minimnya jumlah sumber belajar kimia untuk siswa SMA/MA yang berbasis islam, adanya dikotomi ilmu pengetahuan dan agama serta model pembelajaran yang masih berpusat pada guru yang identik dengan ceramah, belum adanya modul yang terintegrasi nilai islam, dan hasil UN yang belum memenuhi KKM pada materi ikatan kimia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Pengembangan produk modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam pada materi ikatan kimia, (2) Mengetahui kelayakan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam, (3) Mengetahui keefektifan keterterapan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam pada materi ikatan kimia. Spesifikasi modul kimia berbentuk media cetak sebagai implementasi kurikulum 2013 berbasis kompetensi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Yapita, SMA HU, SMA Muhammadiyah 7, dan SMA IT Al-Uswah, di Surabaya . Sampel terdiri dari satu kelas pengguna modul dan satu kelas kontrol yang dipilih secara teknik random sampling. Uji reliabilitas menggunakan rumus Kuder Richardson. Sedangkan untuk validitas isi, digunakan formula Aiken. Teknik analisis data yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu; Pertama, Pengembangan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam pada materi ikatan kimia dilakukan dengan menggunakan langkah pengembangan yang kemukakan oleh Borg & Gall (1983) sampai pada tahap ke sembilan. Kedua,  Pengembangan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam dapat dikatakan œsangat baik ditinjau dari aspek materi 85,9%,  penyajian 85,8%, bahasa 85,4% dan kegrafisan 86,03%, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dikatakan œsangat baikuntuk digunakan dalam pembelajaran kimia. Ketiga, Pengembangan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam yang dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar para siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar menggunakan modul kimia berbasis SETS terintegrasi nilai islam lebih baik dari pembelajaran konvensional.                    AbstractThe backgrounds of this study were the inadequate of sources studied chemistry for islamic senior high school. The dichotomy between science, religion, and learning model that is centered on the teachers. They are identical to monotonous lecture. On the other hand the lack of integrated module with Islamic value and the result of the National Exam which has not met Criteria of Mastery Learning on chemical bonding topic. The goals of this study are: (1) Development of SETS based chemical module integrated to Islamic value on chemical bonding topic, (2) Determine the feasibility of SETS based chemical module integrated to Islamic value, (3) Determine the effectiveness of SETS based chemical module integrated to Islamic value. Product developed in this study was SETS based chemical module integrated to Islamic value on chemical bonding topic. Specifications is print media shaped as a competency based on curriculum implementation in 2013. Subjects in this study were class X high scool in Surabaya: Yapita, Hidayatul Ummah, Muhammadiyah 7, and IT Al-Uswah. The sample consists of one class of user modules and one control class were selected by random sampling technique. Reliability testing used Kuder Richardson formula. As for the validity of the content used the formula Aiken. Data analysis technique used descriptive qualitative. The conclusion of this study are; First, the development of SETS based chemical module integrated to Islamic value on chemical bonding topic is done by using Borg and Gall (1983) method up to the stage nine. Second, the development of SETS based chemical module integrated to Islamic value is qualified "very good" in terms of the material aspect of 85.9%, presenting 85.8%, language 85.4%, and graphic 86.03%. So it can be concluded that the developed module is "very good" to learn chemistry. Third, development of SETS based chemical module integrated to Islamic value is effectively used to improve student outcomes. It can be concluded that the result of learning using a SETS based chemical module integrated to Islamic value is better than conventional learning.Keyword: chemical module, SETS, islamic value, chemical bonding. 
Pelatihan Produksi dan Pengemasan Sabun Cair Herbal Antiseptik Alami bagi UKM Sabun Herbal di Kota Surakarta Endang Susilowati; Sri Retno Dwi Ariani; Sri Mulyani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.522

Abstract

Usaha Kecil dan menengah (UKM) sabun herbal merupakan salah satu usaha yang menarik untuk dikembangkan. Berdasarkan observasi di UKM sabun herbal Dejavu milik Ibu Sherly di Kota Surakarta, telah memproduksi dan memasarkan herbal padat dengan bahan aditif ekstrak dari buah dan sayuran. Namun usaha sabun ini masih perlu pengembangan produk supaya penjualannya meningkat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNS memberikan solusi melalui inovasi produksi sabun herbal cair antiseptik alami. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan produksi dan pemgemasan sabun herbal cair antiseptik alami. Pelatihan dilakukan dengan cara sosialisasi dan praktek pada produksi dan pengemasannya. Selanjutnya, sabun yang dihasilkan dari pelatihan dilakukan pengujian di laboratorium dan uji organoleptik. Hasil pelatihan menunjukkan UKM sabun herbal Dejavu telah dapat membuat dan mengemas 4 varian sabun antiseptik alami berupa sabun lidah buaya, sabun jeruk nipis, sabun sereh dan sabun sirih merah. Berdasarkan uji kualitas sabun diperoleh nilai pH yang memenuhi persyaratan SNI dengan kekentalan dan tingkat kestabilan busa yang baik. Berdasarkan uji organoleptik, sabun herbal cair ini bisa diterima konsumen dengan nilai yang cukup disukai. Sabun ini masih perlu diperbaiki terutama pada penambahan pewangi. Secara umum sabun hasil pelatihan yang dikemas dengan ukuran 250 mL dengan label sesuai variannya memiliki kualitas yang baik dan siap dipasarkan.
PELATIHAN KAPASITAS KADER DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING BAYI DAN BALITA DI KABUPATEN SRAGEN Amal Fadholah; Ika Tristanti; Tri Maryani; Sri Mulyani; Eti Poncorini Pamungkasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13170

Abstract

ABSTRAKStunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis terutama ada 1.000 Hari Pertama Kehiduan (HPK). Kondisi ini disebabkan oleh multifaktor dan penanganan kasus stunting dapat dilakukan dengan upaya promotif maupun preventif. Jumlah kasus stunting di wilayah Kabupaten Sragen pada bulan Februari 2022 adalah 3.829 kasus. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan kader untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Pelaksanaan dan metode diawali dengan tahapan analisis situasi dan dilanjutkan pelatihan sebagai upaya peningkatan kapasitas kader dalam hal pencegahan dan pengendalian stunting di Kabupaten Sragen. Kegiatan diikuti oleh 21 orang kader BKB yang berasal dari lokus stunting di wilayah Kabupaten Sragen. Pengukuran pemahaman kader menggunakan kuesioner sebanyak dua kali yakni sebelum pelatihan berlangsung (pre-test) dan sebagai post-test tentang stunting. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon untuk menguji pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader. Hasil didapatkan adanya peningkatan kapasitas kader stunting (pretest mean 86.67 ± SD 9.661, post test mean 90.48 ± SD 7.229, p value 0.015. Simpulan : Pelatihan kader dapat meningkatkan pengetahuan kader. Kata kunci: pelatihan; kader; stunting ABSTRACTStunting was a condition of growth failure in under-five children as a result of chronic malnutrition especially at the first 1,000 Days of Life. This condition was caused by multifactors and stunting cases could be handled through promotive and preventive efforts. The number of stunting cases in the Sragen on February 2022 was 3,829 cases. The study aimed to analys the effectivity of the cadres training to increase the cadres knowledge about stunting. The implementation and methods began with the situation analysis before training the cadres in Sragen in order to improve their competences in preventing and controlling stunting cases. The activity was attended by 21 BKB cadres from stunting locus on Sragen. The cadre’s knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires of stunting. Data was analyzed using Wilcoxon test. The result was obtained that training could increase the knowledge of cadres (pretest mean 86.67 ± SD 9.661, post test mean 90.48 ± SD 7.229, p value 0.015) . Conclusion: The cadres training could increase the knowledge of cadres. Keywords: training; cadres; stunting
The Effect of Nutrition Education Using E-Module Media Toward Fiber Intake in Overweight Female Adolescent Hidayatusy Syukrina Puteri; Yulia Lanti Retno Dewi; Sri Mulyani
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v4i1.1823

Abstract

One of the factors causing excess nutritional status in female adolescent (FA) is due to the lack of fiber consumption. The West Sumatra Riskesdas 2019: 82.53% of adolescents in Padang consume less fiber and the prevalence of overweight among FA is higher than male adolescents of 16.45%. Some literature states that one of the interventions to increase the awareness and motivate the FA to consume fiber is nutrition education (NE) by using attractive media. E-module is one of the attractive media and frequently used in the learning process. The material presentation is not merely focus on the text, picture, and graphic, however it is also presenting audio, animation, and video. The purpose of this research is to analyze the effect of NE using e-module media toward the fiber intake in overweight FA. This is a mix (R&D and quasi-experiment) research methods of one group pretest and posttest with control designs. The research subjects were all female students at research target schools who met the inclusion and exclusion criteria. The data instrument used the SQ-FFQ form. The data analysis is using a Mann Whitney test. The results of the study explained that the designed nutritional e-module obtained an average validation value namely 90.5% and the practical value of the overall was 92.83%. The results of the Man Whitney test showed that there was an effect of NE with the e-module and it was very effective toward the change of fiber intake for overweight FA in Padang p-value 0.017 (p<0.05).
Teachers and Students Needs Analysis for the Development of Subject Specific Pedagogy (SSP) Blended Learning Based on Multiple Representations Rachma Kharolinasari; Sri Mulyani; Elfi Susanti VH; Nurma Yunita Indriyanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3600

Abstract

This article discusses the needs analysis of the teachers and students towards the development of a multiple-representation-based blended learning Subject Specific Pedagogy (SSP) used in chemistry learning. The subjects of this study consisted of 15 chemistry teachers in Central Java and 34 high school students in class XII IPA. Primary data were obtained by providing teacher questionnaires consisting of the characteristics of reaction rates material, the use of learning media that are usually used, and students' critical thinking skills and learning using SSP blended learning based on multiple representations. While the student questionnaire consists of students' interests and learning methods in understanding chemical material, students' opinions regarding the reaction level material, and students' general critical thinking skills. The results of this need analysis show that teachers and students need integrated learning tools to support learning activities. The conclusion of this study is to develop a multiple-representation-based blended learning Subject Specific Pedagogy (SSP) to improve critical thinking skills and student learning outcomes
MATERNAL FACTORS ASSOCIATED WITH CESAREAN SECTION IN INDONESIA: EVIDENCE FROM IDHS 2017 Istiqomah Risa Wahyuningsih; Hartono Hartono; Vitri Widyaningsih; Sri Mulyani
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Increased the number of cesarean sections in Indonesia based on IDHS data in 2017 by 17.6%. This figure exceeds the recommendation of WHO, which is 10-15%. The impact of cesarean section related to maternal and infant health, health financing budgets, and public health policies. This research article analyzes the relationship between maternal factors and cesarean section in Indonesia. This is a novelty in this article. Objective: This article aims to analyze the relationship of maternal factors with cesarean section in Indonesia. Method: The design of this study is a cross-sectional study using data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). The sampling design was stratified two-stage sampling, with a sample of 14,891 respondents. Data was analyzed using Stata 14.2. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis multivariate analysis. Results: Women who experienced pregnancy complications had a 1.2 times greater risk of cesarean section (OR=1.2, CI=1.0-1.4). Women who had a history of cesarean section had a 64.8 times greater risk of having a cesarean section (OR = 64.8, CI = 38.2-109.9). While the variables of labor complications, twins, and pregnancy spacing had no effect on cesarean section (OR<1). Conclusion: Monitoring and evaluation of the increasing number of cesarean sections without medical indication and the severity of labor is necessary. The decision to undergo a cesarean section should be based on clear and solid reasons, supported by good medical data.
Menggali Perspektif Stakeholder: Pengembangan Partograf Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Bidan Widya Maya Ningrum; Soetrisno Soetrisno; Sri Mulyani; Siti Rohmah; Ratna Suminar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.409

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Partograf manual yang digunakan oleh bidan sering kali dianggap tidak efisien karena memerlukan waktu lama dan sering diisi dengan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif stakeholder terkait pengembangan partograf digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 11 stakeholder kunci, termasuk kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kendala penggunaan partograf manual dan potensi partograf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partograf digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mendukung deteksi dini komplikasi persalinan. Integrasi dengan sistem kesehatan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Pelatihan Pembuatan Olahan Jambu Biji sebagai Bekal Berwirausaha Berbasis Potensi Daerah Sri Mulyani; Endang Susilowati; Muhammad Hizbul Wathon; Ari Syahidul Shidiq
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2601

Abstract

Artikel ini mengangkat urgensi pemanfaatan potensi lokal dalam konteks pengembangan kewirausahaan melalui pelatihan pembuatan olahan jambu biji merah dan asinan jambu kristal di Desa Dukuh, yang dikenal sebagai daerah penghasil jambu biji besar di Karanganyar. Meskipun memiliki potensi yang besar, daerah ini menghadapi permasalahan serius terkait banyaknya jambu biji matang yang tidak terjual. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses pengolahan jambu biji merah menjadi produk bernilai tambah, serta untuk mendemonstrasikan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengolahan jambu biji. Metode pelatihan melalui lima tahap, yakni persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan dalam pengemasan dan pemasaran, serta evaluasi kegiatan, publikasi, dan pelaporan. Peserta pelatihan melibatkan 40 orang warga Desa Dukuh. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan telah memberikan manfaat signifikan bagi peserta dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan jambu biji. Selain itu, sebanyak 62,5% masyarakat sangat setuju dan tertarik untuk membuat Es Krim jambu merah dan kristal sebagai alternatif wirausaha baru, dan sisanya menyatakan setuju. Sebagai langkah evaluasi, warga mengungkapkan keinginan mereka untuk pelatihan yang lebih mendalam dan berkelanjutan guna memaksimalkan potensi pemanfaatan jambu secara berkesinambungan
Co-Authors Abduhan, Rohman Afifatul Arfiah Ahmad Yunus Ajunda, Wima Pudya Amal Fadholah Ardia Putri Sabrina Arfiyah, Afifatul Ari Kusumawardani Ari Syahidul Shidiq Ashadi Ashadi Ashadi Ashadi Ashadi, Ashadi Asiyah, Siti Aulia Ageng Pangesti Badrun Niam Bayu Antrakusuma Conny Dian Sumadi Desnylasari, Enggar Devi, Amalina Dewi, Agustin Kumala Dian Nugraheni Dyah Pujiastuti Eko Setyowati, Widiastuti Agustina Elfi Susanti V. H. Elfi Susanti VH Endang Susilowati Endang Susilowati Eti Poncorini Pamungkasari Fitriana, Itanur Frenika Widyasari Hartono Hartono Hartono Hartono Haryono, Haryono Hastuti, Budi Herawati, Rosita Fitri Heri Setyoko Hidayatusy Syukrina Puteri Ika Tristanti Istiqomah Risa Wahyuningsih Jati, Yoga Bririan Khusnul Lusi Nursyam Syanas Kris Siska Aristia Kurniawan, Yunita Magdalena, Octaviany Mita Fujiyanti Moh. Masyikuri Mohammad Masykuri Muhammad Hizbul Wathon Mulyani, Bakti Noor, Zuleka Anggarani Nugroho, Seno Adhi Nurhayati, Nanik Dwi Nurma Yunita Indriyanti Nurrochma, Atika Permatasari, Ika Yudita Prakosa, Jatmiko Budhi Pramanawati, Refi Indah Pratiwi, Yesi Purnamasari, Ita Dwi Rachma Kharolinasari Rahardiana, Galuh Ratna Suminar Redjeki, Tri Rezeki, Rina Dwi Rismawati, Korneti Rosyana, Wiad Saputro, Agung Nugroho Catur Saputro, Sulistyo Sari, Dewi Kurnia Setiawan, Dwi Arief Siti Rohmah Siti Zainatur Rahma Soetrisno Soetrisno Sri Hartati Sri Retno Dwi Ariani Sri Retno Dwi Ariani Sri Yamtinah Stefanus Kristiyanto Sukardjo, J. S. Sulistyo Saputro Suryadi Budi Utomo Suryadi Budi Utomo Suryadi Budi Utomo Teguh Pambudi Tri Maryani Utami, Budi Utami, Emy Fajar Vitri Widyaningsih Vitria, Lativah Nurul Warih Puji Lestari Widya Maya Ningrum Wulandari, Dyah Yulia Lanti Retno Dewi Yulia Sari