Anemia defisiensi besi pada remaja putri merupakan permasalahan kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) telah diimplementasikan secara nasional, namun tingkat kepatuhan konsumsinya masih jauh dari optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri dengan kepatuhan konsumsi TTD di SMP Negeri 11 Bitung. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 74 siswi yang ditetapkan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (55,4%), sikap negatif (58,1%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (56,8%). Analisis bivariat membuktikan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan (p = 0,003) dan antara sikap dengan kepatuhan (p = 0,007). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap remaja putri berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD. Penguatan edukasi kesehatan berbasis sekolah yang menyentuh aspek kognitif dan afektif sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan program suplementasi TTD.
Copyrights © 2026