Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Herbal Plant Anti-Anaemic to Increase Haemoglobin for Pregnant Woman : Descriptive Survey Risna Ayu Rahmadani; Anggun Sasmita; Meinita Wulansari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6079

Abstract

Tanaman herbal telah menjadi sumber pengobatan di beberapa negara berkembang. Anemia pada ibu hamil masih beum teratasi. Dampak yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan anemia adalah abortus, BBLR, kelahiran premature, dan bahkan kematian. Besarnya dampak yang terjadi pada ibu dengan anemia memerlukan perhatian untuk diberi intervensi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survey bagaimana ibu hamil memanfaatkan tanaman herbal untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan 33 sampel yang diperoleh menggunakan simple random sampling dan mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan efektifitas dari tanaman herbal anti anemia untuk meningkatkan kadar hemoglobin.
Efektivitas Ekstrak Daun Gedi Terhadap Bakteri Penyebab Keputihan Secara In Vitro Risna Ayu Rahmadanu; Lisa Ardiningtyas; Anggun Sasmita; Meinita Wulansari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.35132

Abstract

Pathological leukorrhea is a reproductive health issue in women caused by fungal infections, one of which is Candida albicans. If it persists, it can affect the fertility function of the reproductive organs, particularly the fallopian tubes. Green Gedi leaves (Abelmoschus manihot L.) are a food plant that contains certain chemical compounds, including steroids, flavonoids, and tannins, which have antifungal effects. This research aims the effectiveness of Gedi leaf extract in inhibiting the growth of Candida albicans. This study employed the diffusion method (direct sensitivity), using extraction through maceration with 96% ethanol and evaporating it using a rotary evaporator at a temperature of 50-60°C. Subsequently, the activity of the Gedi leaf extract against C. albicans was tested, and incubated for 3x24 hours to observe the inhibition zones. The results show there was no inhibitory effect of the Gedi leaf ethanol extract against C. albicans compared to the inhibition zone of the positive control ketoconazole against Candida albicans. Factors affecting the absence of inhibition by the Gedi leaf ethanol extract include the temperature of the growing environment for Gedi leaves, which influences the production of secondary metabolites, and virulence factors of C. albicans pathogenesis. Keywords: greed gedi leaves, Candida Albicans Fungus, Leukorrhea, Reproduction.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Meinita Wulansari; Endang Puji Ati; Anggun Sasmita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.610

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri merupakan permasalahan kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) telah diimplementasikan secara nasional, namun tingkat kepatuhan konsumsinya masih jauh dari optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri dengan kepatuhan konsumsi TTD di SMP Negeri 11 Bitung. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 74 siswi yang ditetapkan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (55,4%), sikap negatif (58,1%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (56,8%). Analisis bivariat membuktikan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan (p = 0,003) dan antara sikap dengan kepatuhan (p = 0,007). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap remaja putri berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD. Penguatan edukasi kesehatan berbasis sekolah yang menyentuh aspek kognitif dan afektif sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan program suplementasi TTD.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Remaja Putri Hafizhah A. Kusumaningtyas; Lisa Ardiningtyas; Anggun Sasmita; Irne W. Desiyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1640

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat dialami remaja putri, terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tuntutan akademik, magang, penyusunan tugas akhir, serta perencanaan masa depan. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi peppermint. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan juga sesudah pemberian aromaterapi peppermint. Intervensi dilakukan melalui inhalasi minyak esensial peppermint selama 10-15 menit selama lima hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden berada pada kategori kecemasan ringan sebanyak 20 responden (36,4%), sedangkan setelah diberikannya intervensi sebagian besar berada pada kategori tidak cemas sebanyak 25 responden (45,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukan nilai Z = -6,488 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint. Dengan demikian, pemberian aromaterapi peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada remaja putri.
Hubungan Body Image dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri di SMA Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara Meyliana Dinny Tulandi; Anggun Sasmita; Nelawati Radjamuda; Noormah Juwita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62122

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial sehingga remaja putri lebih memperhatikan penampilan fisiknya. Persepsi negatif terhadap tubuh atau body image negatif dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, salah satunya meningkatnya tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan tingkat kecemasan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan Appearance Anxiety Inventory (AAI). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki body image positif sebanyak 48 responden (73,8%) dan tingkat kecemasan rendah sebanyak 45 responden (69,2%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh p-value < 0,001 (p<0,05) dan koefisien korelasi rs = -0,619, menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan hubungan yang kuat antara body image dan tingkat kecemasan. Terdapat hubungan signifikan antara body image dengan tingkat kecemasan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Semakin positif body image yang dimiliki remaja putri, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Status Gizi di SMPN 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara Aiska Fairana Chintia Karim; Winarsi Mokoagow; Ria A. Rotinsulu; Anggun Sasmita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63346

Abstract

Masalah gizi pada remaja putri perlu mendapat perhatian karena masa remaja merupakan periode pertumbuhan cepat dengan kebutuhan zat gizi yang meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang status gizi di SMPN 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan 43 remaja putri kelas VII dan VIII sebagai sampel melalui total sampling. Intervensi diberikan melalui ceramah interaktif selama 30 menit menggunakan leaflet dan sesi tanya jawab. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 18 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk menguji normalitas, sedangkan uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan karena data posttest tidak normal. Sebelum intervensi, pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (67,4%), cukup 8 responden (18,6%), dan baik 6 responden (14,0%). Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 33 responden (76,7%), cukup 7 responden (16,3%), dan kurang menurun menjadi 3 responden (7,0%). Nilai mean meningkat dari 0,47 menjadi 1,70 dan median dari 0,00 menjadi 2,00. Uji Wilcoxon menghasilkan Z=-5,558 dengan p=0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang status gizi.
Pengaruh Konseling Pra Konsepsi Terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Persiapan Kehamilan Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkol Melka Djarangkala; Hindun Rahim; Anggun Sasmita; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63448

Abstract

Masa prakonsepsi merupakan periode penting untuk mempersiapkan kondisi fisik, psikologis, dan sosial sebelum kehamilan. Pengetahuan yang memadai dapat membantu wanita usia subur (WUS) mengenali berbagai kebutuhan dan faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling prakonsepsi terhadap tingkat pengetahuan WUS mengenai persiapan kehamilan sehat di wilayah kerja Puskesmas Bengkol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 34 WUS dipilih melalui cluster random sampling dari populasi 3.754 WUS. Intervensi berupa konseling prakonsepsi dilakukan secara interaktif menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan media leaflet, selama sekitar 30 menit dan diberikan dua kali dalam satu minggu. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis meliputi distribusi frekuensi, uji Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test pada α=0,05. Sebelum intervensi, 22 responden (64,7%) memiliki pengetahuan cukup, 8 responden (23,5%) kurang, dan 4 (11,8%) baik. Setelah konseling, 27 responden (79,4%) berada pada kategori baik dan 7 (20,6%) cukup, tanpa responden dalam kategori kurang. Rata-rata skor meningkat dari 12,68 menjadi 16,26, dengan selisih 3,59 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan p<0,001 (t=-19,967), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah konseling. Konseling prakonsepsi berbasis komunikasi dua arah dan leaflet berpotensi menjadi strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai persiapan kehamilan sehat.
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi: Literature Review Meinita Wulansari; Sri Atikah; Anggun Sasmita; Lisa Ardiningtyas
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i2.1333

Abstract

Maternal health issues refer to reproductive health issues, including comprehensive information and education on sex, contraception, access to legal and safe abortion, sexually transmitted diseases, and HIV/AIDS diagnosis. The high MMR and low understanding of reproductive health are indicators of the government's weakness in protecting and implementing the reproductive health rights of citizens. This study aims to find out how the influence of health promotion on adolescents' knowledge about reproductive health. The method used in this study is a type of literature study research. The results of the study convey that health promotion affects adolescents' knowledge about reproductive health. Adolescent reproductive health is a healthy situation that affects the organs, functions, and reproductive efforts of an adolescent. What is meant by health here is not only being free from illness or disability, but also mental, social, and cultural health. Adolescents are at high risk of various sexual and reproductive health problems, including the risk of unwanted pregnancy, the risk of sexually transmitted infections (STIs), including HIV/AIDS, unsafe abortion, and sexual violence.
Faktor-Faktor Terjadinya Stunting pada Balita: Scoping Review Irma S. Yuniar; Fita C. Laiga; Nurfadilah Kemhay; Fajrin T. Astuti4; Nurmeylan Jacobus; Risni S. Mauri; Anggun Sasmita
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i2.1334

Abstract

Stunting is a growth disorder due to malnutrition that occurs in children under five years old. Stunting in children under five is a consequence of several factors that are often associated with poverty, including nutrition, health, knowledge and social and cultural factors. The aim of this research is to look at the factors that cause stunting in toddlers. The research method uses Scoping Review to map literature and identify problems or shadows in the research area to be studied. The results of the research show that data obtained that the number of stunting cases in Jorong Lubuk Sao can be worrying, the results of the data show that there is an average for each stunting indicator (TB, BB, LK) which indicates stunting. The intervention that has been carried out from the data above is by providing outreach and counseling regarding healthy food as well as introducing the electronic application ready for marriage and pregnancy (elsimil) to the local community, this is an accompanying screening application for prospective brides (catin), prospective couples of childbearing age (CaPUS) , pregnant women, postpartum mothers, and families with babies aged 0-59 months. The conclusion of this research is that the stunting prevalence rate in Indonesia is still above 20%, meaning it has not reached the WHO target. Influencing factors are low levels of exclusive breastfeeding, low protein energy intake, poor provision of MP-ASI, low family income, completeness of immunizations.
The Relationship Of The Role Of Parents In Providing Reproductive Health Education And Care Of Genital Organ Hygiene In Adolescent Women In Man Model Manado Anggun Sasmita; Umratun Hayati; Cristina Tien Popang; Anisa Nanang Sulistiyowati
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v3i1.2623

Abstract

Genital hygiene care is to prevent and control infection, prevent skin damage, increase comfort, and maintain personal hygiene. The low knowledge of adolescents regarding aspects of reproductive health in adolescents is caused by the information they obtain mostly not coming from experts in the field, but instead from information sources that are sometimes even misleading. This research aims to determine the relationship between the role of parents in providing reproductive health education and genital hygiene care for young women in MAN Model Manado. This research uses an analytical survey with a cross sectional study design. Sampling using proportionate random sampling technique was 73 people. The conclusion of this research is that the majority of respondents' parents have a poor role in caring for the cleanliness of genital organs in adolescent girls, amounting to 47 people (64.4%) and at least the parents of respondents have a good role in caring for the cleanliness of genital organs in adolescent girls. as many as 26 people (35.6%). There is a relationship between the role of parents in providing reproductive health education with genital hygiene care for adolescent girls at MAN Model Manado. With the results of the chi-square statistical test analysis, a significance level of 0.000 was obtained. Further research is needed regarding reproductive health in adolescent girls.