Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berperan dalam integrasi alur pelayanan dan administrasi sehingga berpotensi mempercepat pelayanan, khususnya pada layanan rawat jalan yang sensitif terhadap waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi SIMRS terhadap kecepatan pelayanan, dengan pengetahuan dan sikap karyawan sebagai variabel mediasi serta perilaku karyawan sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang pada karyawan pengguna SIMRS di RS Hermina Samarinda, dengan jumlah responden layak analisis sebanyak 120 orang. Data implementasi SIMRS, pengetahuan, sikap, perilaku karyawan, dan persepsi kecepatan pelayanan dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan pengujian mediasi, moderasi, dan moderated mediation melalui PROCESS macro (bootstrapping). Hasil menunjukkan implementasi SIMRS berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kecepatan pelayanan (koefisien 0,468; p < 0,001). Pengetahuan dan sikap karyawan terbukti memediasi pengaruh implementasi SIMRS terhadap kecepatan pelayanan (efek tidak langsung melalui pengetahuan = 0,112; melalui sikap = 0,086; interval kepercayaan bootstrap tidak melintasi nol). Selain itu, perilaku karyawan memoderasi hubungan implementasi SIMRS dan kecepatan pelayanan (koefisien interaksi 0,158; p < 0,05), dengan pengaruh implementasi SIMRS lebih kuat pada tingkat perilaku kerja yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimalisasi SIMRS perlu disertai penguatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, serta pengelolaan perilaku kerja agar percepatan pelayanan rawat jalan dapat tercapai secara konsisten
Copyrights © 2026