Rimpang lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) merupakan bahan tanaman obat sebagai bahan baku obat bahan alam yang harus berkualitas sehingga menjamin keamanan, dan manfaatnya. Lokasi geografis tanam menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas mutu simplisia, ekstrak dan kandungan metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan ketinggian lokasi tanam berpengaruh terhadap kualitas dan profil metabolit sekunder pada rimpang lengkuas. Sampel diperoleh dari Kecamatan Jaten, Jumantono dan Jenawi sebagai lokasi dengan perbedaan ketinggian geografis, yaitu dataran tinggi, sedang, dan rendah. Karakter mutu serta profil metabolit sekunder yang dari simplisia tersebut diidentifikasi menggunakan metode High Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) menggunakan pembanding eugenol selanjutnya dianalisis menggunakan hierarchical cluster analysis (HCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian letak geografis tanam lengkuas yang berbeda menunjukkan profil susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol yang berbeda. Profil HPTLC menunjukkan bahwa metabolit sekunder rimpang lengkuas dari Jenawi berbeda dengan sampel dari Jaten dan Jumantono dengan nilai similarity 61,49% pada analisis HCA.
Copyrights © 2024