Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu "Di Udara" karya band Efek Rumah Kaca melalui pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis untuk menggali dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya dalam lirik lagu tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu ini menggambarkan keteguhan dalam menghadapi ketidakadilan, ancaman, dan represi melalui penggunaan repetisi, metafora, serta pilihan kata yang kuat. Lirik ini mencerminkan perjuangan aktivis Munir Said Thalib sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang represif. Praktik wacana menunjukkan bagaimana proses produksi, distribusi, dan konsumsi lagu ini memengaruhi kesadaran masyarakat terhadap isu hak asasi manusia. Pada level sosial-budaya, lirik lagu ini menjadi medium penting dalam membangkitkan solidaritas dan ketahanan kolektif terhadap penindasan. Penelitian ini menegaskan peran musik sebagai media yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dan membangun kesadaran masyarakat.
Copyrights © 2025