Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh orang tua dalam membentuk kemampuan interaksi sosial-emosional anak usia dini di Desa Naru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap interaksi anak, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari anak usia 4–6 tahun dan orang tua mereka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh di Desa Naru bersifat heterogen, meliputi pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Pola asuh demokratis teridentifikasi sebagai model paling efektif dalam mendorong kemandirian emosional dan perilaku prososial anak, seperti kemampuan berbagi dan bekerja sama. Sebaliknya, pola asuh otoriter dan permisif cenderung memicu hambatan sosial seperti perilaku agresif atau menarik diri. Sinergi antara bimbingan suportif di rumah dan komunikasi terbuka dengan guru menjadi faktor kunci optimalisasi perkembangan sosial anak di wilayah pedesaan. Penelitian ini memberikan implikasi pentingnya edukasi parenting berbasis komunikasi asertif bagi masyarakat lokal.
Copyrights © 2026