Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kecerdasan emosional peserta didik sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter. Peran guru dan orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk kemampuan emosional anak, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dan orang tua serta mengkaji kolaborasi keduanya dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik kelas III di SD Negeri 1 Panambangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru, orang tua, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pembimbing, teladan, dan fasilitator melalui interaksi pembelajaran, pengelolaan konflik, dan penguatan positif. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama melalui pola asuh, pembiasaan, dan dukungan emosional. Namun, kolaborasi keduanya masih informal dan belum terintegrasi, sehingga pengembangan kecerdasan emosional belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026