GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Vol 14, No 1 (2026): APRIL

SPATIAL ANALYSIS OF FLOOD SUSCEPTIBILITY AND ITS IMPACT ON EDUCATIONAL FACILITIES IN TANGERANG CITY

Hermawan Setiawan (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Andri Noor Ardiansyah (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Syairul Bahar (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2026

Abstract

Abstrak:  Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan luas serta menimbulkan kerugian di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Penelitian ini menganalisis distribusi spasial kerawanan banjir dan kaitannya dengan lokasi fasilitas pendidikan di Kota Tangerang. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan metode Weighted Sum yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) serta melibatkan berbagai parameter fisik dan antropogenik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas kerawanan sedang dan tinggi mendominasi, masing-masing mencakup sekitar 6.300 ha dan 6.574 ha, sedangkan kelas sangat tinggi mencapai 2.022 ha. Sekitar 78,6% fasilitas pendidikan berada pada wilayah dengan tingkat risiko banjir sedang hingga sangat tinggi. Kecamatan dengan tingkat kerawanan tertinggi meliputi Tangerang, Ciledug, dan Pinang, sedangkan Batuceper, Neglasari, dan Benda tergolong rendah hingga sangat rendah. Temuan ini menegaskan bahwa curah hujan, topografi, jenis tanah, dan lahan terbangun berperan penting dalam menentukan kerawanan banjir, serta menjadi dasar mitigasi risiko fasilitas pendidikan dan kebijakan tata ruang wilayah. Abstract:  Floods are hydrometeorological disasters that cause extensive damage and lead to economic, health, and educational losses. This study analyzes the spatial distribution of flood susceptibility and its relationship with educational facilities in Tangerang City. A quantitative approach was applied using the Weighted Sum method integrated with Geographic Information Systems (GIS) and multiple physical and anthropogenic parameters. The results show that moderate and high susceptibility classes dominate, covering approximately 6,300 ha and 6,574 ha, while the very high class reaches 2,022 ha. About 78.6% of educational facilities are located in areas with moderate to very high flood risk. Districts with the highest susceptibility include Tangerang, Ciledug, and Pinang, whereas Batuceper, Neglasari, and Benda show low to very low risk. These findings highlight the interaction of rainfall, topography, soil type, and built-up land in shaping flood Susceptibility and provide a basis for educational facility risk mitigation and spatial planning policies.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

geography

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Education

Description

Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher ...