Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kecerdasan afektif peserta didik di Sekolah Dasar Swasta Insan Teratai. Kondisi tersebut tercermin melalui karakter yang kurang baik, perilaku tidak disiplin, serta rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Hasil observasi menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang sering datang terlambat ke sekolah, tidak mengenakan seragam dengan lengkap, serta menunjukkan sikap acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan pendekatan etika integratif terhadap kecerdasan afektif peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 135 peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran Value Clarification Technique dan pendekatan etika integratif berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan afektif peserta didik. Nilai Adjusted R Square (koefisien determinasi) sebesar 33,7% menunjukkan bahwa variabel kecerdasan afektif dipengaruhi oleh model pembelajaran VCT dan pendekatan etika integratif sebesar 33,7%, sedangkan sisanya 66,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran VCT yang dikombinasikan dengan pendekatan etika integratif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kecerdasan afektif peserta didik di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025