cover
Contact Name
Bondan Ade Prasetya
Contact Email
mahaprajnastabweb@gmail.com
Phone
+6282312220499
Journal Mail Official
lppm@mahaprajnastab.ac.id
Editorial Address
Jl. Cilincing Lama Utara No.3 5, RT.5/RW.4, Cilincing, Kec. Cilincing, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14120
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Dharma Edukasi : Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
ISSN : -     EISSN : 31091849     DOI : -
Dharma Edukasi is a multidisciplinary journal focusing on education, science, social, and religious studies. It publishes original research, applied research, and literature reviews to promote interdisciplinary academic discourse and address contemporary issues in society.
Articles 12 Documents
PERSEPEKTIF PEREKONOMIAN BUDDHIS SESUAI ANGGUTARA NIKAYA Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, agama Buddha adalah agama yang menekankan belas kasihan, sehingga cara memperoleh kekayaan dengan tidak menyimpang dari kaidah moral. Pada dasarnya prinsip ekonomi dalam agama Buddha harus beriringan dengan prinsip moral atau sila. Hal tersebut, sesuai dengan sabda sang Buddha dalam kitab Anguttara Nikaya III:208. Lima perdagangan berdasarkan cinta kasih untuk semua makhluk hidup, yaitu: senjata perdagangan, perdagangan dengan makhluk hidup, perdagangan daging, perdagangan dengan zat yang memabukkan, perdagangan dengan racun adalah lima jenis perdagangan yang tidak dianjurkan, dan adalah benda. Berkenaan dengan permasalahan tersebut, maka penulis mencari kebenaran dengan menyatukan dan menganalisa semua melalui metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif studi kepustakaan. Dari metode tersebut tercapailah sebuah interprestasi, maka terciptalah hasil pekerjaan yang benar, seperti pekerjaan yang tidak menyimpang dari nilai-nilai agama, norma masyarakat, ataupun aturan negara. Sesungguhnya kriteria moral dan pekerjaan memiliki kesamaan, yaitu tidak merugikan diri sendiri dan makhluk lain serta saling menguntungkan. Ini dapat dipahami dengan penjelasan yang disabdakan oleh sang Buddha dalam kitab suci Ambalatthikarahulovada Sutta (M. I.415-416)
FAKTOR PENENTU INNOVATIVE BEHAVIOR: BUKTI DARI MAHASISWA/I STAB MAHA PRAJNA JAKARTA Ghana Yoga Mahardika
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Innovative behavior sebagai perilaku individu yang bertujuan untuk mencapai inisiasi dan pengenalan yang disengaja (dalam peran kerja, kelompok atau organisasi) dan ide, proses, produk, atau prosedur yang baru dan berguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor Innovative Behavior Mahasiswa/i STAB Maha Prajna, Jakarta. Penelitian ini menggunakan 129 sampel yang dikumpulkan dengan teknik convenience sampling. Data primer dikumpulkan melalui survei langsung terhadap mahasiswa dan mahasiswi. Pengukuran Innovative Behavior terdiri dari 10 indikator. Berdasarkan analisis faktor, terbentuk 3 faktor Innovative Behavior. Faktor pertama adalah Eksplorasi peluang (opportunity exploration), faktor kedua generativitas (generativity), dan faktor ketiga sugesti formatif (formative suggestion).
RADIKALISME DALAM PERSEPEKTIF KALAMA SUTTA boniran boniranjovi
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme adalah tindakan yang sangat merugikan banyak pihak serta membuat resah bagi masyarakat luas dan menjadi musuh umat manusia khusususnya radikalisme yang terjadi di Indonesia. Meskipun akar radikalisme telah muncul sejak lama, namun belakangan ini muncul banyak peristiwa yang membuat negara menjadi tidak aman seperti tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama demi kepentingan golongan sendiri. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana peneliti mengkaji dan menelaah keperpustakaan.  Hasil penelitian yang didapat adalah dalam agama Buddha radikalisme bisa diatasi dengan memahami kalama sutta, sebab dalam kalama sutta membahas tentang mengingatkan agar tidak selalu mempercayai dirinya, tidak mempercayai kitab suci yang ada, tidak mempercayai guru agamanya tanpa melalui analisa dan observasi mendalam terhadap apa yang diajarkannya. Dalam pandangan masyarakat, radikalisme muncul dari ketidak sependapat terhadap kebijakan politik dan juga terhadap ketidaksukaan dengan pemerintah terutama yang merugikan agamanya tersebut. Dalam pandangan agama Buddha radikalisme bisa saja terjadi dikarenakan seseorang yang sering melaksanakan ibadah di vihara maupun dimana saja, hafal kitab suci luar dalam, mampu melaksanakan meditasi dengan sungguh-sungguh tapi bila tidak mampu menyelami makna agamanya dengan baik, tetapi tidak mampu menerapkan apa yang dipelajarinya di dalam perilaku kehidupan sehari-hari, maka orang-orang seperti ini hanya menguasi kulit, bukan isinya, sehingga muncul ego merasa paling benar dan paling hebat yang menyebabkan keresahan di dalam masyarakat. Kata kunci : Radikalisme, Kalama Sutta
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI KERJA DOSEN TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA STAB MAHA PRAJNA Nyaman M.Pd.B
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the importance of understanding the factors affecting the academic achievement of students at Maha Prajna Buddhist College, especially Interpersonal Communication and lecturers' work motivation as factors that may play an important role in improving students' academic achievement. This research uses a quantitative survey approach with the aim of testing the influence of lecturers' satisfaction and work motivation on students' academic achievement. The data analysis used in this study is Path Analysis. The researcher collected data using research instruments in the form of interpersonal communication questionnaires, work motivation questionnaires, lecturer performance assessments, and student academic achievement index documents. The research sample consisted of 50 lecturers and students of Maha Prajna Buddhist College. The results of this study showed that Interpersonal Communication and lecturers' work motivation have an influence through the intervening variable of lecturers' performance on students' academic achievement. The implications of the results of this study are the importance of more serious attention to lecturer performance and lecturer work motivation as factors that contribute to improving students' academic achievement. understanding and improving educational institution factors that can improve teaching quality, motivate lecturers, and improve students' academic achievement. Therefore, further research is needed to examine other factors that may affect lecturer performance and student academic achievement, and it is still necessary to develop learning programs that can improve student learning motivation and interaction with lecturers.
ANALISIS PENDEKATAN MODEL KURIKULUM HUMANISTIK PADA PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH MINGGU BUDDHA (SMB) bondan ade prasetya; Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang analisis pendekatan model kurikulum humanistik pada pengembangan kurikulum sekolah minggu Buddha (SMB). Rumusan masalah dalam tulisan ini difokuskan pada bagaimana tinjauan terhadap kurikulum pendekatan model humanistik. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka yang dikumpulkan penulis dari berbagai sumber jurnal dan artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dari hasil penelitian terlihat bahwa terdapat banyak persamaan antara model pengembangan kurikulum humanistik dan isi dari prinsip-prinsip kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB).
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS) TERHADAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SWASTA INSAN TERATAI TANGERANG Bayu Sukma; Ghana Yoga Mahardika
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discipline is an important aspect of education because it not only shapes students' character but also contributes to academic achievement and the creation of a conducive learning environment. The phenomenon at SMPS Insan Teratai Tangerang shows that the level of student discipline is still low, with only 44.25% classified as highly disciplined, while the other 55.75% have not yet demonstrated optimal disciplinary behavior. This condition prompted a study to examine the extent to which parenting patterns and self-awareness influence student discipline. This study used a descriptive quantitative approach involving 73 respondents selected through purposive sampling. The instrument used was a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple linear regression through SPSS version 25. The results showed that parenting styles had a significant effect on discipline, as did self-awareness, which was proven to have a positive influence. Simultaneously, both variables contribute significantly to the formation of student discipline. These findings emphasize the importance of synergy between appropriate parenting and the development of self-awareness in supporting educational success through the formation of a disciplined character.
EVALUASI PROGRAM PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) STAB MAHA PRAJNA TAHUN 2024 DENGAN MODEL CIPP Nyaman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to comprehensively evaluate the implementation of the Field Experience Program (PPL) for students of the Buddhist Religious Education Study Program at STAB Maha Prajna in 2024. Using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model with a qualitative descriptive approach, this research examines all stages of the program through observation, interviews, and documentation study. The evaluation results identified several areas for optimization. In the context dimension, the alignment of the program's objectives with the institution's vision is excellent, but potential for refinement in the committee structure was found to enhance the effectiveness of the mentoring process. From the input aspect, student qualifications met the requirements, while coordination with partner schools showed room for improvement, particularly regarding schedule synchronization. Furthermore, in the process stage, the program's execution highlighted the importance of strengthening communication regarding student roles and increasing the intensity of supervision. From the product side, a disparity was noted between the highly satisfactory quantitative results and the qualitative findings in the field, indicating an opportunity to enrich the variety of teaching methods and improve consistency in the mentoring process. This study recommends improvements in management, reinforcement of external coordination, and optimization of supervision quality to align the program's ideal objectives with its on-the-ground implementation. Keywords: Program Evaluation, Field Experience Program, CIPP Model.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DAN PENDEKATAN ETIKA INTEGRATIF TERHADAP KECERDASAN AFEKTIF PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR INSAN TERATAI TAGERANG Suparman; Mazdalena Hutabarat
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kecerdasan afektif peserta didik di Sekolah Dasar Swasta Insan Teratai. Kondisi tersebut tercermin melalui karakter yang kurang baik, perilaku tidak disiplin, serta rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Hasil observasi menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang sering datang terlambat ke sekolah, tidak mengenakan seragam dengan lengkap, serta menunjukkan sikap acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan pendekatan etika integratif terhadap kecerdasan afektif peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 135 peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran Value Clarification Technique dan pendekatan etika integratif berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan afektif peserta didik. Nilai Adjusted R Square (koefisien determinasi) sebesar 33,7% menunjukkan bahwa variabel kecerdasan afektif dipengaruhi oleh model pembelajaran VCT dan pendekatan etika integratif sebesar 33,7%, sedangkan sisanya 66,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran VCT yang dikombinasikan dengan pendekatan etika integratif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kecerdasan afektif peserta didik di tingkat sekolah dasar.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERATA DIDIK SMPS BODHISATTA TANGERANG Joko Priono; Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini berfokus pada rendahnya kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik di SMPS Bodhisatta Tangerang yang berdampak pada penurunan hasil belajar. Berdasarkan hasil prasurvei terhadap 30 responden, diperoleh persentase kompetensi pedagogik sebesar 46%, motivasi belajar 47%, dan hasil belajar 36%, yang menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimen (ex post facto), di mana variabel bebas telah terjadi sebelumnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling, dengan responden terdiri atas guru dan peserta didik SMPS Bodhisatta. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai thitung sebesar 5,379 dan signifikansi 0,00. Selain itu, motivasi belajar (X₂) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai thitung 2,245 dan signifikansi 0,033. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa kemampuan pedagogik guru berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru dan penguatan motivasi internal peserta didik menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
PENGARUH DISIPLIN DIRI PUJA BAKTI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP SELF-EFFICACY AKADEMIK MAHASISWA STAB MAHA PRAJNA Sukarman; Nyaman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini menguji pengaruh faktor intrapersonal (disiplin diri), yang dioperasionalkan melalui rutinitas spiritual Puja Bakti, dan faktor interpersonal (dukungan teman sebaya) terhadap efikasi diri akademik mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Maha Prajna. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 58 mahasiswa yang tinggal di asrama. Data dikumpulkan menggunakan adaptasi dari Brief Self-Control Scale, Social Provisions Scale, dan Academic Self-Efficacy Scale, yang kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin diri (p = 0.004) dan dukungan teman sebaya (p = 0.021) merupakan prediktor positif dan signifikan terhadap efikasi diri akademik. Secara simultan, kedua variabel ini menjelaskan 21,5% (Adjusted R²) dari varians efikasi diri akademik (F(2, 55) = 31.254, p < 0.001). Kontribusi utama penelitian ini adalah pengenalan Model Perancah Psikososial, yang mengonseptualisasikan bahwa keberhasilan akademik di lingkungan terstruktur tidak hanya bergantung pada agensi individu, tetapi juga pada sinergi antara disiplin internal yang dilatih secara sistematis dan dukungan sosial eksternal yang difasilitasi oleh lingkungan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12