Permasalahan utama dalam penelitian ini berfokus pada rendahnya kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik di SMPS Bodhisatta Tangerang yang berdampak pada penurunan hasil belajar. Berdasarkan hasil prasurvei terhadap 30 responden, diperoleh persentase kompetensi pedagogik sebesar 46%, motivasi belajar 47%, dan hasil belajar 36%, yang menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimen (ex post facto), di mana variabel bebas telah terjadi sebelumnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling, dengan responden terdiri atas guru dan peserta didik SMPS Bodhisatta. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai thitung sebesar 5,379 dan signifikansi 0,00. Selain itu, motivasi belajar (X₂) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai thitung 2,245 dan signifikansi 0,033. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa kemampuan pedagogik guru berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru dan penguatan motivasi internal peserta didik menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Copyrights © 2025