Humans need social relationships to develop a sense of identity and achieve well-being. In early adulthood, the development of a sense of identity can be achieved through intimacy. One form of intimacy developed at this stage is through establishing romantic relationships or dating. This study aims to explore the dynamics of virtual intimacy in romantic couples who have never met face-to-face. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method. There are six participants (three couples) selected based on the duration of their virtual relationship. Data are collected through in-depth interviews and documentation, then analyzed using thematic analysis. The results show that intense communication, self-disclosure, and trust are the main factors in the formation and maintenance of virtual intimacy. In addition, the duration of the relationship influenced the patterns of interaction and the level of self-disclosure between couples. Without physical meetings, participants were able to maintain emotional closeness through consistent virtual interactions. This study is expected to provide an overview of the intimacy formed virtually for future researchers. AbstrakManusia membutuhkan hubungan sosial untuk mengembangkan rasa identitas dan mencapai kesejahteraan. Pada masa dewasa awal, pengembangan rasa identitas dapat dicapai melalui keintiman. Bentuk keintiman yang dibangun pada tahap ini salah satunya melalui menjalin hubungan romantis atau berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika intimacy virtual pada pasangan romantis yang belum pernah bertemu secara tatap muka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan berjumlah enam orang yang merupakan tiga pasangan yang dipilih berdasarkan durasi hubungan virtual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang intens, keterbukaan diri, dan kepercayaan menjadi faktor utama dalam pembentukan dan pemeliharaan intimacy virtual. Selain itu, durasi hubungan memengaruhi pola interaksi dan tingkat pengungkapan diri antarpasangan. Tanpa adanya pertemuan secara fisik, partisipan bisa mempertahankan kedekatan secara emosional melalui interaksi virtual yang konsisten. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai intimacy yang terbentuk secara virtual bagi peneliti selanjutnya.
Copyrights © 2026