PT Unilever Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di Indonesia yang memiliki kinerja keuangan relatif stabil. Namun, dalam periode 2015–2024, perusahaan menunjukkan tren penurunan laba bersih yang cukup signifikan setelah mencapai puncaknya pada tahun 2018. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan terhadap profitabilitas perusahaan yang perlu dianalisis lebih lanjut, khususnya dari aspek struktur pendanaan atau leverage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh leverage yang diukur melalui Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada PT Unilever Indonesia Tbk selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi dokumentasi, di mana data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT Unilever Indonesia Tbk yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial DER tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan DAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan, DER dan DAR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Temuan ini mengindikasikan bahwa proporsi utang terhadap aset memiliki peran yang lebih dominan dalam memengaruhi profitabilitas perusahaan dibandingkan proporsi utang terhadap ekuitas.
Copyrights © 2026